Kembaliekonomi

, "PublicImpact":85,"Credibility":90,"Urgency":70,"Evidence":80,"LongTermValue":80,"Education":75,"FinalScore":82,"Summary":"Aceh masih mengalami pengangguran tinggi dengan TPT 5,60 persen dan 152.000

Penulis

serambinews.com

Tanggal

02 Mei 2026

, "PublicImpact":85,"Credibility":90,"Urgency":70,"Evidence":80,"LongTermValue":80,"Education":75,"FinalScore":82,"Summary":"Aceh masih mengalami pengangguran tinggi dengan TPT 5,60 persen dan 152.000

Aceh masih menghadapi angka pengangguran yang tinggi, dengan BPS mencatat 152.000 orang pengangguran per November 2025, setara dengan TPT 5,60 persen. Kondisi ini mencerminkan struktur ekonomi yang belum pulih dari konflik dan bencana, serta ketidakseimbangan antara lulusan pendidikan dan kebutuhan pasar kerja.

Pengangguran tidak hanya mengurangi pendapatan keluarga, tetapi juga menurunkan pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan kemiskinan, dan membebankan anggaran Pemerintah Aceh melalui peningkatan belanja sosial. Solusi yang dibutuhkan meliputi percepatan investasi, reformasi pendidikan vokasi, dan pembangunan infrastruktur pendukung industrialisasi.

Faktor Penyebab dan Dampak Pengangguran di Aceh

  • 5,60 persen TPT Aceh (November 2025) lebih tinggi dari rata‑rata nasional 5,12 persen.
  • 152.000 orang dalam angkatan kerja tidak memiliki pekerjaan, setara dengan 1 dari setiap 18 orang produktif.
  • 64,31 persen tenaga kerja Aceh terburu‑buru di sektor informal seperti buruh harian dan pedagang kaki lima.
  • Pertumbuhan ekonomi Aceh triwulan II 2025 hanya 4,82 persen, di bawah Sumatera (4,96%) dan nasional (5,12%).
  • KemiskinanAceh mencapai 12,33 persen atau sekitar 740.000 orang, terkait erat dengan tingkat pengangguran.
Verifikasi Konten

Baca Artikel di Sumber Asli

Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.

Kunjungi Website

Diskusi Hangat

0 Kontribusi Komunitas

Suara Anda Sangat Berarti

Jadilah pionir dalam diskusi ini.