Kembalipolitik

: Warga Aceh khawatir: blackout 10,4 jam/tahun harap perbaikan jaringan

Penulis

serambinews.com

Tanggal

23 Mei 2026

: Warga Aceh khawatir: blackout 10,4 jam/tahun harap perbaikan jaringan

Pada Jumat malam, 22 Mei 2026, gangguan transmisi 275 kV Rumai-Muaro Bungo memutuskan sistem kelistrikan Sumatera Bagian Utara dari tengah, menyebabkan padam listrik luas yang menjalar dari Aceh hingga Riau. PLN menyatakan pemulihan membutuhkan enam hingga delapan jam, selama tersebut ribuan rumah tangga, kantor, dan fasilitas publik tergelap.

Data terbaru PLN menunjukkan bahwa pelanggan di Aceh mengalami pemadaman rata‑rata 5,13 kali per tahun dengan total waktu padam 10,38 jam, jauh di atas rata‑rata nasional 3,23 kali dan 5,3 jam. Kondisi ini menimbulkan kerugian ekonomi serta mengganggu aktivitas sehari‑hari seperti belajar, bekerja, dan menyimpan makanan.

Dampak kepada masyarakat dan ekonomi

  • Ribu UMKM seperti warung, laundry, dan bengkel kehilangan stok dan pendapatan ketika kulkas dan mesin mati selama berjam‑jam.
  • Aktivitas belajar mahasiswa dan sekolah terganggu karena internet dan listrik yang tidak stabil, menyebabkan tugas tidak terkirim dan materi tidak dapat diakses.
  • Layanan kesehatan yang tergantung pada alat listrik, seperti nebulizer dan vaksinasi, berisiko terganggu, khususnya untuk lansia dan anak‑yenak.
  • Kepercayaan publik terhadap PLN menurun karena pola maaf berulang tanpa perbaikan struktural yang terlihat.
  • Estimasi kerugian produktivitas UMKM akibat blackout di Indonesia mencapai Rp71,5 miliar per tahun, menurut studi terkait.
  • Solusi yang direkomendasikan termasuk penguatan jaringan transmisi, diversifikasi sumber energi lokal (panas bumi, mikrohidro, surya), dan penerapan smart grid untuk deteksi dini gangguan.
Verifikasi Konten

Baca Artikel di Sumber Asli

Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.

Kunjungi Website

Diskusi Hangat

0 Kontribusi Komunitas

Suara Anda Sangat Berarti

Jadilah pionir dalam diskusi ini.