News
Mahasiswa UIN Ar-Raniry Harap Rektor Baru Bervisi Internasional
2 jam yang lalu
Mahasiswa dan alumni UIN Ar-Raniry Banda Aceh berharap rektor baru memiliki visi internasional untuk meningkatkan daya saing lulusan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan lulusan perguruan tinggi di Aceh menyumbang angka pengangguran tertinggi, mencapai 8,68 persen. Keempat kandidat rektor diharapkan mampu membenahi kurikulum dan meningkatkan keterampilan mahasiswa.
Pemilihan rektor UIN Ar-Raniry periode 2026-2030 menjadi sorotan publik, terutama mahasiswa dan alumni. Mereka mendambakan pembaharuan di level pimpinan tinggi untuk kemajuan dunia pendidikan Aceh. Rektor baru diharapkan mampu mewujudkan mahasiswa dan alumni yang unggul dalam meneliti, menulis, berwirausaha, dan memiliki jaringan nasional serta internasional.
Harapan Mahasiswa dan Alumni
- Meningkatkan Daya Saing Lulusan: Mahasiswa dan alumni UIN Ar-Raniry diharapkan mampu bersaing di level daerah, nasional, regional, dan internasional.
- Pembenahan Kurikulum: Kurikulum perlu disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja agar lulusan siap pakai.
- Keterampilan Bahasa Asing: Keterampilan bahasa asing menjadi kewajiban agar mahasiswa tidak gagap dalam berkomunikasi global.
- Jaringan Nasional dan Internasional: Dosen dan mahasiswa perlu memperbanyak jaringan nasional dan internasional untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
- Program Magang: Program internship (magang) di lembaga/perusahaan nasional dan internasional perlu diperkenalkan dengan durasi yang mencukupi.
Tantangan yang Dihadapi
- Angka Pengangguran Tinggi: Lulusan perguruan tinggi di Aceh menyumbang angka pengangguran tertinggi, mencapai 8,68 persen.
- Kemiskinan: Aceh telah lama menjadi provinsi dengan angka penduduk miskin tertinggi di Indonesia.
- Keterbatasan Teknologi: Pembelajaran berbasis teknologi dan digital masih terbatas di UIN Ar-Raniry.
- Kelas Internasional: UIN Ar-Raniry belum memiliki kelas internasional, berbeda dengan universitas tetangga seperti USK.
Pemilihan rektor UIN Ar-Raniry 2026-2030 diharapkan menjadi momentum kebangkitan mutu pendidikan keislaman di Aceh. Mahasiswa UIN Ar-Raniry wajib dibekali dengan pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan yang memadai sehingga mereka mampu bersaing di level daerah, nasional, regional, dan internasional.
