Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Pakar Ingatkan Risiko Ketergantungan Gadget pada Anak Aceh dan Ancaman Digital

11 jam yang lalu

Penggunaan gadget berlebihan pada anak Aceh dapat memicu ketergantungan digital dan menurunkan kemampuan interaksi sosial. Pakar keamanan siber Pratama Persadha mengingatkan bahwa anak yang terlalu banyak menghabiskan waktu di dunia digital cenderung mengalami penurunan kemampuan berkomunikasi langsung dan membangun hubungan sosial yang sehat.

Selain berdampak pada aspek sosial, penggunaan gadget tanpa pengawasan juga membuka berbagai risiko di ruang digital. Anak merupakan kelompok pengguna internet yang paling rentan terhadap berbagai ancaman siber seperti manipulasi informasi, eksploitasi data pribadi, dan penipuan daring.

Risiko Ketergantungan Gadget pada Anak

  • Penurunan kemampuan interaksi sosial: Anak yang terlalu banyak menggunakan gadget cenderung kurang terlatih berkomunikasi langsung dan memahami ekspresi orang lain.
  • Paparan konten negatif: Anak lebih mudah terpapar konten kekerasan, pornografi, ujaran kebencian, dan perundungan siber.
  • Tekanan psikologis: Anak yang menjadi korban perundungan digital sering mengalami tekanan psikologis serius.

Langkah Preventif Pemerintah

  • Pembatasan akun media sosial: Pemerintah berencana membatasi akun media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun melalui PP Tunas.
  • Teknologi verifikasi: Kebijakan ini akan efektif jika didukung teknologi verifikasi yang lebih canggih, seperti integrasi identitas digital dan analisis biometrik.

Kolaborasi untuk Perlindungan Anak

  • Literasi digital: Pemerintah perlu memperkuat literasi digital di masyarakat.
  • Regulasi perlindungan data: Perlindungan data anak perlu diperkuat.
  • Keterlibatan keluarga dan lembaga pendidikan: Keluarga, lembaga pendidikan, dan perusahaan teknologi juga berperan penting dalam menciptakan ekosistem digital yang aman bagi anak.
Pakar Ingatkan Risiko Ketergantungan Gadget pada Anak Aceh dan Ancaman Digital
0123456789