KembaliBerita

Atlet MMA Tual Terlibat Pembunuhan Berencana di Maluku Tenggara

Ditulis oleh

serambinews.com

Tanggal

22 April 2026
Atlet MMA Tual Terlibat Pembunuhan Berencana di Maluku Tenggara

Dua tersangka, termasuk atlet Mixed Martial Arts (MMA) Hendrikus Rahayaan, resmi ditetapkan dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei. Kedua pelaku dijerat dengan Pasal 459 KUHP tentang pembunuhan berencana, yang mengancam hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Kasus ini menarik perhatian publik karena melibatkan tokoh politik daerah dan atlet berprestasi. Hendrikus Rahayaan, yang sempat mengunggah curahan hati di media sosial tentang tawaran pekerjaan senilai Rp 1 miliar, kini menjadi sorotan setelah terlibat dalam kasus ini.

Kronologi dan Motif

  • Peristiwa penikaman terjadi pada 19 April 2026 di Bandara Karel Sadsuitubun, Maluku Tenggara, saat korban baru saja tiba dari Jakarta.
  • Korban mengalami empat luka tusuk di bagian vital, termasuk dada dan leher, yang menyebabkan kematian.
  • Pelaku melarikan diri setelah melakukan serangan, sementara korban sempat berusaha menyelamatkan diri sebelum akhirnya meninggal.

Profil Pelaku

  • Hendrikus Rahayaan, lahir di Watran, Kota Tual, pada 6 Desember 1997, dikenal sebagai atlet MMA berprestasi.
  • Ia memiliki sejumlah pencapaian, termasuk medali perunggu di PON XXI 2024 dan medali emas di ajang Super Fight Muaythai–K1–Kyokushin SLC Cup di Surabaya.
  • Pelaku mengenal korban secara pribadi, dan polisi masih menyelidiki motif serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Proses Hukum

  • Kedua tersangka saat ini ditahan di Rumah Tahanan Mapolda Maluku setelah menjalani pemeriksaan kesehatan.
  • Polisi menerapkan Pasal 459 KUHP tentang pembunuhan berencana dan Pasal 458 KUHP tentang pembunuhan.
  • Proses penyidikan masih berlanjut untuk melengkapi alat bukti sebelum berkas perkara dilimpahkan ke jaksa penuntut umum.

Dampak dan Imbauan

  • Polisi memastikan situasi keamanan di Maluku Tenggara tetap kondusif dan mengimbau masyarakat tetap tenang.
  • Kasus ini menjadi perhatian publik luas karena melibatkan tokoh politik dan atlet berprestasi, serta potensi dampaknya terhadap stabilitas sosial di daerah tersebut.
#Aceh#Berita#Sosial
Bagikan

Baca Sumber Asli

Ingin memverifikasi informasi lebih lanjut?

Kunjungi Website