News
Harga Bahan Pokok di Aceh Barat Naik Jelang Idul Fitri, Pemerintah Pantau Stabilitas
2 jam yang lalu
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mencatat adanya kenaikan harga jual sejumlah bahan pokok dan kebutuhan dapur menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah. Kenaikan harga ini tercatat pada beberapa komoditi seperti cabai merah, beras premium, ayam pedaging, telur, gula pasir, bawang merah, dan bawang putih.
Bupati Aceh Barat, Tarmizi, menyatakan bahwa kenaikan harga tersebut masih dalam batas normal dan belum melebihi harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Kenaikan harga dipicu oleh tingginya permintaan masyarakat menjelang hari tradisi meugang menyambut Hari Raya Idul Fitri.
Kenaikan Harga Bahan Pokok
- Cabai merah: Naik dari Rp30.000,- per kilogram menjadi Rp40.000,- per kilogram
- Beras premium (Yusima): Naik sekitar Rp900 per kilogram dari sebelumnya Rp15.400,- per kilogram menjadi Rp16.300,- per kilogram
- Ayam pedaging: Naik Rp2.500 per kilogram dari sebelumnya Rp30.000,- per kilogram menjadi Rp32.500,- per kilogram
- Telur: Naik dari sebelumnya Rp30.000,- per kilogram menjadi Rp32.500,- per kilogram
- Gula pasir: Naik dari harga jual sebelumnya Rp15.700 per kilogram menjadi Rp18.500 per kilogram
- Bawang merah dan bawang putih: Naik dari sebelumnya Rp30.000 per kilogram menjadi Rp35.000,- per kilogram
Upaya Pemerintah
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah pedagang di Pasar Bina Usaha Meulaboh untuk memantau stabilitas harga bahan pokok. Upaya ini merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia, Tito Karnavian, dalam upaya menekan laju inflasi daerah.
Pemerintah meminta kepada para pedagang agar tidak mengambil keuntungan meski banyaknya permintaan harga sembako menjelang lebaran oleh masyarakat. Hal ini sebagai upaya untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di daerah, sekaligus mencegah tingginya inflasi di daerah.
