Kembaliekonomi

Warga Aceh Khawatir JKA Terancam Amid Rp1,17 Triliun SILPA","PublicImpact":85,"Credibility":80,"Urgency":70,"Evidence":80,"LongTermValue":80,"Education":70,"FinalScore":80,"Summary":"Debat pembiayaan程

Penulis

serambinews.com

Tanggal

16 Mei 2026

Warga Aceh Khawatir JKA Terancam Amid Rp1,17 Triliun SILPA","PublicImpact":85,"Credibility":80,"Urgency":70,"Evidence":80,"LongTermValue":80,"Education":70,"FinalScore":80,"Summary":"Debat pembiayaan程

Program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) menjadi sorotan setelah pengamat ekonomi publik menyoroti ketidaksesuaian anggaran daerah dengan kebutuhan sosial. Meski Pemerintah Aceh masih memiliki Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) sebesar Rp1,17 triliun, perdebatan tentang pembiayaan JKA justmemunculkan pertanyaan mengenai prioritas belanja.

Kondisi sosial ekonomi Aceh menunjukkan bahwa angka kemiskinan masih berada di kisaran 14 %, jauh di atas rata‑rata nasional, sementara inflasi Aceh mencapai 6,71 % pada Desember 2025, lebih dari dua kali lipat inflasi nasional (2,92 %). Pengangguran terbuka berada kisaran 5–6 %, terutama mengarah pada lulusan perguruan tinggi, dan stunting di beberapa wilayah masih di atas 25 %.

Prioritas Belanja dan Kesejahteraan Masyarakat Aceh

  • Tingkat kemiskinan Aceh sekitar 14 %, di atas rata‑rata nasional.
  • Inflasi Aceh Desember 2025 mencapai 6,71 %, jauh lebih tinggi dari nasional 2,92 %.
  • Realisasi APBA 2025 hanya 89,98 %, menyisakan SILPA sekitar Rp1,17 triliun.
  • Pengangguran terbuka berada kisaran 5–6 %, terutama lulusan perguruan tinggi.
  • Stunting di beberapa wilayah masih di atas 25 %.
  • Dr Safwan menilai JKA harus menjadi mandatory spending jangka panjang di bidang kesehatan. "}”}]}]}]}
Verifikasi Konten

Baca Artikel di Sumber Asli

Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.

Kunjungi Website

Diskusi Hangat

0 Kontribusi Komunitas

Suara Anda Sangat Berarti

Jadilah pionir dalam diskusi ini.