News
Gubernur Aceh Laporkan Capaian 2025: Infrastruktur Pulih, Ekonomi Kuat
18 jam yang lalu
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna di Gedung Utama DPRA. Penyampaian ini menjadi momen penting untuk menilai capaian pembangunan sekaligus merumuskan langkah strategis pascabencana besar yang melanda Aceh di penghujung 2025.
Dalam pidatonya, Gubernur menyampaikan duka mendalam atas bencana hidrometeorologi yang terjadi pada 26 November 2025, yang berdampak luas di 18 kabupaten/kota. Bencana tersebut menelan 594 korban jiwa dan menyebabkan kerusakan infrastruktur serta kerugian material yang ditaksir mencapai lebih dari Rp138 triliun. Dampaknya, tingkat kemantapan jalan provinsi mengalami penurunan signifikan dari 80,54 persen menjadi 65,56 persen.
Capaian Positif
- Realisasi pendapatan daerah mencapai Rp10,69 triliun atau 100,07 persen dari target.
- Persentase kemiskinan berhasil ditekan dari 14,23 persen pada Maret 2024 menjadi 12,23 persen pada Maret 2025.
- Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menunjukkan tren peningkatan, dari 75,36 pada 2024 menjadi 76,23 pada 2025.
- Realisasi investasi menembus angka Rp9 triliun, menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Program Sosial
- Pemerintah Aceh membangun 1.457 unit rumah layak huni bagi masyarakat kurang mampu.
- Sebanyak 87.184 siswa yatim dan piatu menerima beasiswa dengan total anggaran mencapai Rp118 miliar.
- Jaminan kesehatan melalui program JKA tetap terjaga dengan cakupan 1,74 juta jiwa.
Penghargaan Nasional
Aceh meraih sejumlah penghargaan nasional, di antaranya Gold Award UB Halal Metric 2025 serta pengakuan sebagai provinsi Open Defecation Free (ODF) pertama di Sumatera.
Menutup penyampaiannya, Gubernur mengajak seluruh pimpinan dan anggota DPRA serta elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi. "Mari kita bersinergi melalui kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas demi mewujudkan Aceh yang Islami, maju, bermartabat, dan berkelanjutan," ujar Muzakir Manaf.
