News
56 Ribu Hektar Sawah Aceh Rusak, Petani Terancam Kehilangan Penghidupan
17 jam yang lalu
Banjir bandang yang melanda Aceh pada akhir November 2025 meninggalkan dampak parah bagi sektor pertanian. Data Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh mencatat kerusakan sawah mencapai lebih dari 56.000 hektare, kebun lebih dari 100.000 hektare, dan tambak 36.239 hektare. Kerusakan ini mengancam penghidupan puluhan ribu keluarga petani di Aceh.
Di Aceh Tamiang, lahan sawah yang sebelumnya subur kini tertimbun lumpur yang mengeras, menjelma menjadi tanah tandus. Ribuan keluarga resah karena tidak lagi bisa menggarap sawah atau kebun mereka. Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang mencatat kerusakan sawah mencapai 8.161 hektare, dengan 6.200 hektare di antaranya rusak parah.
Dampak Banjir terhadap Pertanian Aceh
- 56.000 hektare sawah rusak, mengancam ketahanan pangan dan penghidupan petani.
- 100.000 hektare kebun rusak, termasuk kelapa sawit yang merupakan tulang punggung ekonomi daerah.
- 36.239 hektare tambak rusak, mempengaruhi sektor perikanan.
- Ribuan keluarga petani kehilangan sumber penghidupan, meningkatkan risiko kemiskinan.
Langkah Pemulihan yang Diperlukan
- Alokasi anggaran khusus untuk rehabilitasi lahan pertanian.
- Keterlibatan perguruan tinggi dan lembaga riset untuk mencari solusi teknis terbaik.
- Program padat karya untuk memberikan penghasilan sementara bagi masyarakat terdampak.
- Transparansi dan akuntabilitas dalam penyaluran bantuan untuk menghindari korupsi.
Rehabilitasi lahan pertanian bukan sekadar urusan teknis, melainkan soal keberlangsungan hidup masyarakat. Pemerintah pusat dan daerah perlu bersinergi untuk mempercepat pemulihan dan mencegah dampak berantai seperti ketahanan pangan terganggu dan angka kemiskinan melonjak.
