Polisi dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Nagan Raya menindaklanjuti laporan dugaan pencemaran limbah di Krueng Tadu yang melintasi sejumlah desa. Dugaan pencemaran ini muncul setelah ditemukan sejumlah ikan dan hewan milik warga yang mati di sekitar aliran sungai.
Tim gabungan dari Polres Nagan Raya dan DLH mengambil sampel air dari beberapa titik di aliran Krueng Tadu untuk pemeriksaan laboratorium. Selain itu, tim juga melakukan pemantauan terhadap kondisi aliran sungai, termasuk warna dan bau air, serta melakukan klarifikasi dengan pihak perusahaan, warga sekitar, dan aparatur desa.
Langkah Penyelidikan
- Pengambilan sampel air dari beberapa titik di aliran Krueng Tadu untuk pemeriksaan laboratorium.
- Pemantauan kondisi sungai, termasuk warna dan bau air.
- Klarifikasi dengan pihak perusahaan, warga sekitar, dan aparatur desa.
- Koordinasi dengan instansi terkait di tingkat kabupaten maupun provinsi.
Tujuan Penyelidikan
- Memastikan kondisi lingkungan di wilayah tersebut.
- Menentukan apakah terdapat unsur tindak pidana dalam dugaan pencemaran.
- Memberikan kepastian kepada masyarakat terkait kondisi lingkungan.
Proses penyelidikan dilakukan secara profesional dan transparan, berdasarkan hasil pemeriksaan ilmiah. Hasil dari seluruh rangkaian penyelidikan nantinya akan digelar untuk menentukan langkah selanjutnya.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaWarga Bireuen Dijamin Menerima Bantuan Banjir Utuh Tanpa Pemotongan
Bupati Bireuen, H Mukhlis ST menegaskan bahwa seluruh bantuan korban banjir harus diterima utuh tanpa pemotongan dalam bentuk apapun.
:null}? Wait need proper JSON. Provide Title string etc. Let's craft final JSON with proper values. Title:
Bupati Bireuen Mukhlis melarang semua pihak memotong dana bantuan yang menjadi hak para penyintas banjir yang diberikan oleh negara, kata Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Bireuen, Muhajir Ju
Warga Aceh Tamiang Harap Sekolah Dibangun, 254 Unit Diproses Pasca Bencana 2025
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Tamiang menyatakan untuk tahun 2026 masih fokus pada pembangunan infrastruktur pendidikan yang rusak akibat bencana alam yang melanda kawasan
Warga Lhokseumawe minta sistem rembes agar pasien miskin tidak ditolak
“Ada masyarakat miskin yang datang berobat, tetapi harus bertengkar dengan pihak rumah sakit karena terdaftar di desil 8. Ini sangat memprihatinkan,”


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.