Polisi Nagan Raya bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) menemukan indikasi awal dugaan pencemaran di Sungai (Krueng) Tadu. Tim telah mengambil sampel air dari beberapa titik untuk pemeriksaan laboratorium guna mengetahui apakah terdapat indikasi pencemaran atau tidak.
Kasat Reskrim Polres Nagan Raya, AKP Muhammad Rizal, menyatakan bahwa tim telah melakukan pemantauan terhadap kondisi aliran sungai, termasuk mengamati warna dan bau air di Sungai Krueng Tadu. Sampel air diambil dari aliran Outfall, Outlet, serta aliran Sungai Krueng Tadu untuk uji kualitas oleh pihak berwenang.
Proses Penyelidikan
- Tim melakukan serah terima sampel baku mutu air untuk uji kualitas.
- Proses penyelidikan melibatkan klarifikasi dengan pihak perusahaan, warga sekitar, dan aparatur desa.
- Koordinasi dengan instansi terkait di tingkat kabupaten maupun provinsi.
Tindak Lanjut
- Hasil dari seluruh rangkaian penyelidikan akan digelar guna menentukan apakah terdapat unsur tindak pidana dalam dugaan pencemaran tersebut.
- Proses penanganan dilakukan secara profesional, transparan, dan berdasarkan hasil pemeriksaan ilmiah.
Situasi di lokasi saat ini terpantau kondusif, sementara hasil uji laboratorium masih menunggu proses pemeriksaan lebih lanjut.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaWarga Bireuen Dijamin Menerima Bantuan Banjir Utuh Tanpa Pemotongan
Bupati Bireuen, H Mukhlis ST menegaskan bahwa seluruh bantuan korban banjir harus diterima utuh tanpa pemotongan dalam bentuk apapun.
:null}? Wait need proper JSON. Provide Title string etc. Let's craft final JSON with proper values. Title:
Bupati Bireuen Mukhlis melarang semua pihak memotong dana bantuan yang menjadi hak para penyintas banjir yang diberikan oleh negara, kata Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Bireuen, Muhajir Ju
Warga Aceh Tamiang Harap Sekolah Dibangun, 254 Unit Diproses Pasca Bencana 2025
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Tamiang menyatakan untuk tahun 2026 masih fokus pada pembangunan infrastruktur pendidikan yang rusak akibat bencana alam yang melanda kawasan
Warga Lhokseumawe minta sistem rembes agar pasien miskin tidak ditolak
“Ada masyarakat miskin yang datang berobat, tetapi harus bertengkar dengan pihak rumah sakit karena terdaftar di desil 8. Ini sangat memprihatinkan,”


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.