KembaliBerita

Pengadaan Internet UIN Aceh Dipertanyakan: Dua Paket Identik dengan Nilai Berbeda

Ditulis oleh

modusaceh.co

Tanggal

21 April 2026
Pengadaan Internet UIN Aceh Dipertanyakan: Dua Paket Identik dengan Nilai Berbeda

Pengadaan layanan internet di UIN Sultanah Nahrasiyah Aceh menjadi sorotan setelah ditemukan dua paket identik dalam sistem pengadaan dengan total nilai mencapai Rp1,6 miliar. PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) kampus mengaku heran atas keberadaan dua paket tersebut, yang memiliki nama, tahun, dan sumber dana yang sama, namun dengan nilai berbeda. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang tata kelola administrasi dan transparansi pengelolaan anggaran di institusi pendidikan tersebut.

Fakhrurrazi dari CaKRA (Civil Society Coalition for Aceh Reform) menyoroti bahwa kejanggalan ini tidak bisa dianggap sepele, mengingat uang yang terlibat adalah uang negara. Ia mendesak dilakukan audit independen dan penyelidikan oleh aparat penegak hukum untuk mengusut akar persoalan dan memastikan tidak ada penyimpangan anggaran.

Kejanggalan dalam Pengadaan

  • Dua paket identik: Ditemukan dua paket dengan nama, tahun, dan sumber dana yang sama, namun dengan nilai berbeda.
  • PPK mengaku heran: Pejabat kampus sendiri mengaku bingung dengan keberadaan dua paket tersebut.
  • Nilai kontrak riil: Pihak kampus mengklaim nilai kontrak riil hanya sekitar Rp899 juta setelah efisiensi.
  • Desakan audit independen: CaKRA mendorong audit terbuka untuk menelusuri alur perencanaan hingga input data di SIRUP.

Dampak dan Desakan

  • Kepercayaan publik: Kejanggalan ini mengancam kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan.
  • Keterlibatan aparat hukum: CaKRA mendesak Kejaksaan dan Kepolisian untuk turun tangan mengusut kasus ini.
  • Transparansi dan akuntabilitas: Kampus sebagai lembaga akademik seharusnya menjadi contoh dalam tata kelola yang transparan dan akuntabel.
#Aceh#Berita#Sosial
Bagikan

Baca Sumber Asli

Ingin memverifikasi informasi lebih lanjut?

Kunjungi Website