Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Ramadhan di Pengungsian: Warga Aceh Berbuka dengan Duka Banjir

3 hari yang lalu

Bulan Ramadhan di Aceh tahun ini diwarnai dengan kepedulian sosial yang tinggi terhadap korban banjir bandang dan longsor yang melanda pada 26 November 2025 lalu. Banyak warga kehilangan tempat tinggal, harta benda, bahkan nyawa. Di tengah suasana Ramadhan yang penuh berkah, para penyintas banjir masih bertahan di tenda pengungsian dengan fasilitas yang sangat minim.

Relawan dari komunitas GEN-A bersama Tim Reaksi Cepat telah turun langsung memberikan pelayanan kesehatan, logistik, dan pendampingan psikososial bagi anak-anak dan ibu-ibu. Kondisi para penyintas sangat memprihatinkan, mereka menjalani sahur dan berbuka dengan makanan seadanya, menghadapi serangan nyamuk, udara dingin, serta kehilangan mata pencaharian karena lahan pertanian tertimbun lumpur.

Dampak Bencana dan Kepedulian Sosial

  • Bencana banjir yang melanda Aceh pada 26 November 2025 masih menyisakan luka mendalam bagi warga.
  • Kondisi pengungsian yang sangat memprihatinkan, dengan fasilitas minim dan ancaman penyakit.
  • Relawan dan donatur berupaya meringankan beban penyintas dengan memberikan bantuan kesehatan, logistik, dan pendampingan psikososial.
  • Keshalehan sosial di bulan Ramadhan diwujudkan melalui sedekah, berbagi takjil, zakat, dan kepedulian terhadap sesama.

Tantangan di Tengah Ramadhan

  • Penyintas banjir menghadapi kesulitan dalam menjalani ibadah puasa dengan kondisi yang tidak layak.
  • Kehilangan mata pencaharian akibat lahan pertanian yang tertimbun lumpur.
  • Kondisi kesehatan yang rentan akibat serangan nyamuk dan udara dingin di pengungsian.

Harapan di Hari Raya

  • Idul Fitri kali ini terasa berbeda bagi penyintas banjir, mereka menyambut lebaran dari tenda pengungsian tanpa kue lebaran dan baju baru.
  • Pemerintah, donatur, dan masyarakat diharapkan dapat bahu membahu agar para korban banjir dapat merasakan kebahagiaan Idul Fitri meski dalam keterbatasan.

Ramadhan menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial. Di tengah duka bencana, mari jadikan bulan suci ini sebagai sarana mempererat persaudaraan dan menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang sedang berjuang di pengungsian.

Ramadhan di Pengungsian: Warga Aceh Berbuka dengan Duka Banjir