Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

18 Ribu Hektar Sawah Aceh Utara Tertimbun Lumpur, Petani Menanti Bantuan Pemerintah

2 jam yang lalu

Banjir besar yang melanda Aceh Utara pada akhir 2025 meninggalkan dampak parah bagi sektor pertanian. 18.000 hektar sawah masih tertimbun lumpur, menghambat petani untuk kembali menggarap lahan mereka. Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil, menekankan urgensi pemulihan lahan pertanian untuk menjaga ketahanan pangan dan roda ekonomi masyarakat.

Selain sawah, banjir juga merusak infrastruktur seperti jembatan, jalan, irigasi, dan bendungan. Sektor perikanan juga terdampak dengan 10.000 hektar tambak rusak dan 500 unit boat nelayan hilang. Bupati menyoroti distribusi bantuan yang belum tepat sasaran, di mana daerah tidak terdampak justru lebih banyak menerima alokasi.

Dampak Banjir terhadap Sektor Pertanian

  • 18.000 hektar sawah tertimbun lumpur dan belum dapat digarap.
  • Petani menanti program padat karya untuk pembersihan lahan.
  • Ketahanan pangan terancam jika pemulihan tidak segera dilakukan.

Kerusakan Infrastruktur dan Sektor Perikanan

  • 27 unit jembatan, jalan, irigasi, dan dua bendungan rusak.
  • 10.000 hektar tambak dan 500 unit boat nelayan terdampak banjir.
  • Distribusi bantuan dinilai belum tepat sasaran.

Harapan Pemulihan

Masyarakat Aceh Utara berharap pemerintah pusat dan provinsi segera mengambil langkah konkret. Percepatan pemulihan sektor pertanian dan perikanan sangat penting untuk mengembalikan penghidupan masyarakat yang menggantungkan hidup dari kedua sektor tersebut.

18 Ribu Hektar Sawah Aceh Utara Tertimbun Lumpur, Petani Menanti Bantuan Pemerintah