Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Warga Bireuen Kehilangan Rumah, Nama Dicoret dari Daftar Bantuan

2 jam yang lalu

Banjir bandang yang melanda Kabupaten Bireuen empat bulan lalu masih meninggalkan persoalan pendataan bantuan bagi warga terdampak. Banyak warga yang rumahnya rusak berat atau hilang, namun namanya dicoret dari daftar penerima bantuan. Keluhan ini disampaikan oleh perangkat gampong di sejumlah wilayah terdampak.

Keuchik Pante Lhong, Murizal, mengatakan hampir seluruh rumah di gampongnya terdampak banjir, mulai dari rusak ringan hingga hilang total. Namun, dalam pendataan terakhir, ada warga yang sebelumnya terdaftar sebagai korban justru tidak lagi masuk sebagai penerima bantuan. Keluhan serupa juga muncul di gampong lain, seperti di Gampong Tingkeum Manyang.

Persoalan Pendataan

  • 2.646 kepala keluarga telah menerima Dana Tunggu Hunian (DTH) pada tahap pertama.
  • Masih ada sekitar 20 kepala keluarga atau 75 jiwa yang tinggal di tenda dalam kompleks Kantor Bupati Bireuen.
  • Sebagian warga mengeluhkan bantuan DTH yang belum merata dan persoalan administrasi.

Harapan Warga

  • Warga berharap pemerintah melakukan verifikasi ulang agar data yang digunakan benar-benar sesuai dengan kondisi riil.
  • Pendataan ulang diharapkan dapat memperbaiki ketidaksinkronan data dan memastikan bantuan tepat sasaran.

Tanggapan Pemerintah

  • Juru bicara Pemerintah Kabupaten Bireuen, Muhajir Juli, mengatakan bahwa sebagian besar korban telah menerima bantuan.
  • Plt Kalak BPBD Bireuen, Doli Mardian, menyebutkan bahwa proses pembangunan hunian tetap masih menunggu tahapan administrasi.

Akademisi di Bireuen, Dr Nazaruddin, menyarankan pemerintah turun langsung ke gampong untuk memverifikasi kondisi warga terdampak. Pendataan ulang perlu dilakukan dengan melibatkan perangkat desa dan masyarakat agar bantuan tepat sasaran.

Warga Bireuen Kehilangan Rumah, Nama Dicoret dari Daftar Bantuan