News
Petani di Aceh Utara Tewas Tersambar Petir, Bocah 9 Tahun Dirawat Intensif
3 jam yang lalu
Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Aceh Utara kembali memakan korban jiwa. Seorang petani bernama Zakaria (51) meninggal dunia setelah tersambar petir saat hujan deras disertai angin kencang. Dalam peristiwa yang sama, seorang anak berusia 9 tahun, Khalis Multazam, mengalami luka dan kini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cut Meutia.
Kejadian ini terjadi di Gampong Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, pada Senin (13/4/2026) sekitar pukul 14.50 WIB. Petir pertama kali menyambar meteran listrik milik salah satu warga, yang kemudian menjalar ke dalam rumah korban. Zakaria ditemukan dalam kondisi terlentang di bagian dapur rumahnya, sementara Khalis mengalami kejadian serupa di rumah yang berdekatan.
Dampak dan Penanganan
- Zakaria (51): Petani asal Dusun Kareung, Gampong Buket Linteung, meninggal dunia setelah tersambar petir.
- Khalis Multazam (9): Bocah ini mengalami luka akibat sambaran petir dan sempat dirawat di Puskesmas Langkahan sebelum dirujuk ke rumah sakit.
- Evakuasi: Kedua korban dievakuasi ke Puskesmas Langkahan, namun Zakaria dinyatakan meninggal dunia oleh petugas medis.
- Penyebab: Sambaran petir diduga menjalar melalui meteran listrik yang terhubung dengan aliran listrik ke rumah korban.
Imbauan Kepolisian
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat terjadi hujan deras disertai petir. Warga diminta menghindari penggunaan perangkat listrik dan segera mencari tempat yang aman untuk meminimalkan risiko tersambar petir.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem tidak hanya berdampak pada kerusakan lingkungan, tetapi juga dapat mengancam keselamatan jiwa jika tidak diantisipasi dengan baik.
