Saree, sebuah desa di Aceh Besar, telah lama menjadi "jeda" penting bagi pelintas yang mengantari antara Banda Aceh dan Medan. Warung-warung lokal yang menjual jagung rebus, keripik, dan makanan khas telah menyediakan nafkah bagi ratusan keluarga yang bergantung pada arus kendaraan nasional.
Namun, sejak jalan tol Sigli‑Banda Aceh (Sibanceh) dibuka, arus kendaraan yang sebelumnya melambat di Saree beralih ke jalur yang lebih cepat, menyebabkan penurunan omzet pengusaha setempat hingga 70%. Fenomena spatial bypass ini mengancam penghasilan harian dan berisiko memaksa generasi muda meninggalkan desa untuk mencari pekerjaan di tempat lain.
Peluang ekonomi hijau dan karbon untuk Saree
Dengan memanfaatkan peraturan yang ada, Saree dapat mengubah tantangan ini menjadi suatu kesempatan berkelanjutan.
-
Pendapatan dari kredit karbon dapat dijual melalui bursa karbon internacionais setelah kelompok HkM menghitung jasa penyerapan karbon hutan Saree, berdasarkan Permenhut No.6 2026 tentang perdagangan karbon sektor kehutanan.
-
Melalui Perhutanan Sosial (HkM) yang diatur oleh Permen LHK No.9 2021, masyarakat Saree獲得 hak mengelola hutan untuk sviluppare wisata ramah lingkungan dan agroforestri seperti kopi serta tanaman obat.
-
Integrasi ekowisata (trekking edukatif di Tahura Pocut Meurah Intan, interaksi dengan gajah di Pusat Latihan Gajah) dan agrowisata (praktik pertanian bagi anak sekolah) menambah daya tarik destinasi yang dapat dijadikan alasan bagi warga Banda Aceh atau Pidie untuk mengunjungi Saree secara sengaja.
-
Desa bisa mengembangkan glamping berbasis alam dan titik jual produk UMKM lokal, sehingga pendapatan dari wisata dan karbon dapat dialokasikan untuk pembiayaan fasilitas publik, pendidikan, dan modal usaha mikro.
Dengan kombinasi pendapatan pasif dari karbon dan sektor wisata yang terintegrasi, Saree berpotensi kembali menjadi pusat perekonomian Aceh yang tidak lagi tergantung pada pelintas jenazah, melainkan menjadi contoh ekonomi hijau mandiri yang berkelanjutan untuk generasi mendatang.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaWarga Aceh Tamiang alami pemadaman listrik akibat pencurian kabel SKTM
Jaringan listrik di Aceh Tamiang mengalami gangguan akibat maraknya pencurian saluran kabel tegangan menengah (SKTM).
Warga Aceh Tengah Merasa Diberi Kepedulian Melalui Bantuan Daging Presiden
ACEH TENGAH — Seekor sapi limosin berbobot 824 kilogram bantuan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, disembelih di halaman Masjid...
:null} Please provide JSON only. Let's produce final JSON with Title as string, etc. Ensure proper JSON escaping for markdown string (need to escape newlines?). We'll include markdown as a string with
BENER MERIAH — Enam bulan setelah banjir bandang memutus akses nasional Takengon–Bireuen, warga Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten...
Masyarakat Aceh Khawatir Tenang Saat Otsus Naik Menjadi 2,5% DAU
Baleg DPR RI resmi menyetujui revisi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA) menjadi RUU


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.