Kembaliekonomi

: Penurunan Omzet 70% di Saree Ancam Ratusan Keluarga Aceh Saree, Desa di Aceh Besar yang selama ini menjadi jeda ekonomi bagi pelintas Jalan Banda Aceh-Medan, kini mengalami tekanan besar karena ad旦

Penulis

serambinews.com

Tanggal

28 Mei 2026

: Penurunan Omzet 70% di Saree Ancam Ratusan Keluarga Aceh

Saree, Desa di Aceh Besar yang selama ini menjadi jeda ekonomi bagi pelintas Jalan Banda Aceh-Medan, kini mengalami tekanan besar karena ad旦

Saree, sebuah desa di Aceh Besar, telah lama menjadi "jeda" penting bagi pelintas yang mengantari antara Banda Aceh dan Medan. Warung-warung lokal yang menjual jagung rebus, keripik, dan makanan khas telah menyediakan nafkah bagi ratusan keluarga yang bergantung pada arus kendaraan nasional.

Namun, sejak jalan tol Sigli‑Banda Aceh (Sibanceh) dibuka, arus kendaraan yang sebelumnya melambat di Saree beralih ke jalur yang lebih cepat, menyebabkan penurunan omzet pengusaha setempat hingga 70%. Fenomena spatial bypass ini mengancam penghasilan harian dan berisiko memaksa generasi muda meninggalkan desa untuk mencari pekerjaan di tempat lain.

Peluang ekonomi hijau dan karbon untuk Saree

Dengan memanfaatkan peraturan yang ada, Saree dapat mengubah tantangan ini menjadi suatu kesempatan berkelanjutan.

  • Pendapatan dari kredit karbon dapat dijual melalui bursa karbon internacionais setelah kelompok HkM menghitung jasa penyerapan karbon hutan Saree, berdasarkan Permenhut No.6 2026 tentang perdagangan karbon sektor kehutanan.

  • Melalui Perhutanan Sosial (HkM) yang diatur oleh Permen LHK No.9 2021, masyarakat Saree獲得 hak mengelola hutan untuk sviluppare wisata ramah lingkungan dan agroforestri seperti kopi serta tanaman obat.

  • Integrasi ekowisata (trekking edukatif di Tahura Pocut Meurah Intan, interaksi dengan gajah di Pusat Latihan Gajah) dan agrowisata (praktik pertanian bagi anak sekolah) menambah daya tarik destinasi yang dapat dijadikan alasan bagi warga Banda Aceh atau Pidie untuk mengunjungi Saree secara sengaja.

  • Desa bisa mengembangkan glamping berbasis alam dan titik jual produk UMKM lokal, sehingga pendapatan dari wisata dan karbon dapat dialokasikan untuk pembiayaan fasilitas publik, pendidikan, dan modal usaha mikro.

Dengan kombinasi pendapatan pasif dari karbon dan sektor wisata yang terintegrasi, Saree berpotensi kembali menjadi pusat perekonomian Aceh yang tidak lagi tergantung pada pelintas jenazah, melainkan menjadi contoh ekonomi hijau mandiri yang berkelanjutan untuk generasi mendatang.

Verifikasi Konten

Baca Artikel di Sumber Asli

Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.

Kunjungi Website

Diskusi Hangat

0 Kontribusi Komunitas

Suara Anda Sangat Berarti

Jadilah pionir dalam diskusi ini.