News
Sawah di Bireuen Rusak, Warga Kehilangan Penghasilan Harian Pasca Banjir
7 jam yang lalu
Puluhan hektare sawah di Desa Pulo Iboih, Kecamatan Jangka, Bireuen, terbengkalai sejak November 2025 akibat banjir dan longsor. Kondisi ini menyebabkan aktivitas pertanian terhenti dan berdampak langsung pada perekonomian warga. Mantan keuchik setempat, Zulkifli Syakban, menyatakan bahwa hingga kini belum ada langkah konkret dari pemerintah daerah untuk memperbaiki infrastruktur pertanian yang rusak, terutama saluran irigasi.
Sawah yang sebelumnya menjadi sumber utama penghidupan warga kini berubah menjadi lahan mati akibat lumpur yang mengeras dan saluran air yang tersumbat. Akibatnya, warga yang bekerja sebagai buruh tani kehilangan penghasilan harian. Kelompok yang paling terdampak adalah janda dan keluarga berpenghasilan rendah yang selama ini bergantung pada pekerjaan di sektor pertanian.
Dampak Ekonomi dan Sosial
- Puluhan hektare sawah di Desa Pulo Iboih, Bireuen, rusak sejak November 2025.
- Warga kehilangan mata pencaharian karena sawah tak bisa digarap.
- Pemerintah daerah belum memberikan solusi konkret untuk memperbaiki infrastruktur pertanian.
- Kondisi ini berdampak pada ekonomi warga, terutama janda dan keluarga miskin.
- Zulkifli Syakban mendesak Pemerintah Kabupaten Bireuen segera turun tangan memperbaiki saluran irigasi agar lahan pertanian dapat kembali difungsikan.
Pemulihan sawah tidak hanya berkaitan dengan produksi pangan, tetapi juga menyangkut keberlangsungan ekonomi masyarakat desa. "Kalau sawah hidup kembali, ekonomi warga juga ikut bergerak," ujar Zulkifli.
