News
Sekda Bireuen Dinilai Layaknya Barang Lelang, Aktivis Desak Transparansi Seleksi
3 jam yang lalu
Mantan aktivis Universitas Al Muslim, Amarullah, menyoroti praktik seleksi Sekretaris Daerah (Sekda) di Kabupaten Bireuen yang dinilai seperti "barang lelang". Ia menekankan bahwa jabatan Sekda bukan sekadar hadiah politik, melainkan jantung administrasi pemerintahan yang menerjemahkan kebijakan menjadi kerja nyata.
Amarullah mengkritik kurangnya transparansi dalam proses seleksi Sekda, yang berpotensi merusak kepercayaan publik dan menghambat pembangunan daerah. Ia mendesak Bupati Bireuen untuk memilih Sekda berdasarkan kapasitas dan rekam jejak, bukan kompromi politik.
Dampak Praktik Seleksi Sekda yang Tidak Transparan
- Kehilangan marwah birokrasi: Jabatan Sekda yang diisi berdasarkan kompromi politik dapat mengikis kepercayaan publik terhadap pemerintahan.
- Stagnasi pembangunan: Sekda yang tidak memiliki kapasitas dapat menyebabkan koordinasi yang tidak optimal dan menghambat percepatan pembangunan.
- Dampak pada ribuan masyarakat: Satu keputusan yang salah dalam penentuan Sekda dapat berdampak luas pada kehidupan masyarakat Bireuen.
Desakan untuk Transparansi
Amarullah menekankan pentingnya transparansi dalam proses seleksi Sekda. Publik berhak mengetahui kandidat, rekam jejak, serta kapasitas calon Sekda. Ia juga mengingatkan bahwa Bireuen membutuhkan kepemimpinan birokrasi yang kuat untuk membawa daerah ini maju.
- Transparansi seleksi: Publik berhak mengetahui proses dan kriteria seleksi Sekda.
- Kapasitas dan rekam jejak: Sekda harus dipilih berdasarkan kemampuan dan pengalaman, bukan berdasarkan hubungan politik.
- Kepemimpinan yang kuat: Bireuen membutuhkan Sekda yang berani mengambil keputusan dan bekerja untuk pembangunan daerah.
