Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Motor Listrik BGN untuk MBG: Anggaran Rp1,2 T dan Kontroversi di Aceh

2 jam yang lalu

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digencarkan pemerintah Prabowo Subianto menuai sorotan publik di Aceh. Kali ini, perhatian tidak tertuju pada menu makanan atau distribusinya, melainkan pada pengadaan motor listrik berlogo Badan Gizi Nasional (BGN) yang viral di media sosial. Video yang beredar menunjukkan motor listrik siap digunakan untuk operasional MBG, memicu berbagai pertanyaan dan kritik dari masyarakat.

Anggaran sebesar Rp1,2 triliun dialokasikan untuk pengadaan motor listrik ini, dengan total pesanan 25.000 unit. Namun, Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengklarifikasi bahwa hanya 21.801 unit yang telah direalisasikan. Motor listrik tersebut, yang merupakan produk Emmo JVX GT dari Emmo Mobility dengan harga Rp56,8 juta per unit, dinilai ideal untuk distribusi dan mobilitas di berbagai medan, termasuk wilayah sulit dijangkau di Aceh.

Pertanyaan dan Kontroversi

  • Urgensi Pengadaan: Masyarakat mempertanyakan urgensi pengadaan motor listrik ini, terutama mengingat masih ada isu lain yang dinilai lebih mendesak, seperti kesejahteraan guru honorer.
  • Transparansi Anggaran: Penggunaan anggaran negara sebesar Rp1,2 triliun menuai kritik, dengan pertanyaan apakah belanja negara sudah tepat sasaran.
  • Proses Distribusi: Motor listrik tersebut belum didistribusikan kepada Kepala SPPG karena masih harus melalui proses administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN).

Klarifikasi dari BGN

Kepala BGN, Dadan Hindayana, membantah klaim yang menyebut adanya 70.000 unit motor listrik. Ia menegaskan bahwa realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit yang dipesan di tahun 2025. Motor listrik tersebut akan dicatat terlebih dahulu sebagai BMN sebelum didistribusikan.

Dampak dan Refleksi

Kasus ini menunjukkan bagaimana informasi di era digital bisa berkembang jauh sebelum fakta utuh terungkap. Meskipun pengadaan motor listrik memang nyata dan terencana, narasi yang berkembang di media sosial tidak sepenuhnya akurat. Transparansi dan kejelasan informasi menjadi kunci agar kebijakan publik tidak terjebak dalam kabut spekulasi dan kepercayaan masyarakat tetap terjaga.

Motor Listrik BGN untuk MBG: Anggaran Rp1,2 T dan Kontroversi di Aceh