News
USK dan Kemenkes Percepat Pembangunan Rumah Sakit Pendidikan di Aceh
2 hari yang lalu
Delegasi Universitas Syiah Kuala (USK) melakukan audiensi strategis dengan Wakil Menteri Kesehatan, dr Benyamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR, di Jakarta. Pertemuan ini fokus membahas percepatan rencana pembangunan Rumah Sakit Pendidikan (RSP) USK, yang kini sedang dipersiapkan menjadi proyek prioritas nasional.
Pembangunan RSP USK saat ini sedang dalam proses administratif menuju tahap Greenbook, dengan dukungan pendanaan dari Japan International Cooperation Agency (JICA).
Konsep dan Dampak RSP USK
- Integrasi layanan kesehatan modern dengan pusat riset medis: RSP USK dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan layanan kesehatan modern yang terintegrasi dengan proses pendidikan klinik.
- Dukungan dari Kemenkes dan JICA: Wakil Menteri Kesehatan menyambut positif rencana pembangunan ini dan berharap RSP USK mampu menjadi percontohan nasional dalam mengintegrasikan tiga fungsi utama rumah sakit pendidikan secara seimbang.
- Dampak signifikan bagi masyarakat: Dengan adanya dukungan internasional dan supervisi langsung dari Kemenkes, USK optimis rumah sakit ini akan menjadi pusat layanan kesehatan dan penelitian kedokteran yang unggul, serta memberikan dampak signifikan bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Sumatera dan Indonesia secara luas.
Komitmen USK
- Lompatan besar bagi infrastruktur pendidikan: Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kemitraan, dan Bisnis USK, Prof Taufiq S, menegaskan kehadiran RSP ini akan menjadi lompatan besar bagi infrastruktur pendidikan di Aceh dan Indonesia.
- Ekosistem pendidikan dan riset yang unggul: USK berkomitmen memastikan desain dan operasional RSP USK nantinya tidak hanya memenuhi standar pelayanan kesehatan nasional, tetapi juga menjadi ekosistem pendidikan dan riset yang unggul.
