Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Tiket Online Feri Balohan-Ulee Lheue Picu Kekisruhan, DPRK Sabang Desak Evaluasi

2 jam yang lalu

Pemberlakuan sistem tiket online untuk kapal feri lintas Balohan - Ulee Lheue sejak 1 April 2026 menuai kontroversi. Masyarakat dan wisatawan mengeluhkan kuota tiket yang dinyatakan habis, padahal kapal masih terlihat kosong. Kondisi ini memicu kekisruhan dan kekhawatiran di tengah masyarakat.

DPRK Sabang telah mengeluarkan surat resmi untuk meminta pemerintah Aceh segera mencari solusi. Mereka berharap sistem tiket online dievaluasi secara menyeluruh untuk memastikan kesesuaian antara kuota dalam sistem dengan kapasitas riil kapal.

Dampak terhadap Masyarakat

  • Kuota tiket habis meski kapal masih kosong, menyebabkan banyak wisatawan dan masyarakat lokal tidak bisa naik kapal.
  • Wisatawan terpaksa menambah waktu tinggal di Sabang di luar rencana awal, berdampak pada anggaran dan waktu perjalanan.
  • Orang tua kesulitan karena tidak memahami cara membeli tiket secara online.

Tuntutan DPRK Sabang

  • Evaluasi sistem tiket online untuk memastikan kesesuaian kuota dengan kapasitas kapal.
  • Solusi bersama dengan operator kapal, KSOP, dan instansi pelabuhan lainnya.
  • Pemerintah Aceh diminta segera turun tangan untuk mencari solusi.

Kekhawatiran Tokoh Masyarakat

Tokoh masyarakat Sabang, Kapten Philip alias Dolah Brewok, menyampaikan kekecewaan masyarakat terhadap sistem tiket online. Menurutnya, banyak orang tua yang tidak memahami cara membeli tiket secara online, sehingga mereka kesulitan untuk bepergian.

Tiket Online Feri Balohan-Ulee Lheue Picu Kekisruhan, DPRK Sabang Desak Evaluasi