Kembaliekonomi

Petani Sawit Aceh Singkil Tekan Harga TBS 36% Saat Pupuk Mahal

Penulis

serambinews.com

Tanggal

22 Mei 2026

Petani Sawit Aceh Singkil Tekan Harga TBS 36% Saat Pupuk Mahal

Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Aceh Singkil mengalami penurunan tajam sebesar 36 persen dalam dua hari, menjelang akhir pekan 22 Mei 2026. Penurunan ini menurunkan harga dari Rp 2.700 menjadi Rp 1.980 per kilogram, menekan pendapatan petani yang bergantung pada komoditas ini.

Pada saat yang sama, biaya produksi melambung karena harga pupuk dan herbisida naik drastis, dengan pupuk Nitrogen 46% mencapai Rp 550 ribu per zak 50 kg, hampir dua kali lipat dari sebelumnya. Kondisi ini menekan marges usaha sawit rakyat yang menempati sebagian besar lahan perkebunan di Kabupaten Aceh Singkil.

Dampak Ekonomi pada Petani Sawit Aceh Singkil

  • 70% lebih dari populasi Aceh Singkil mengandalkan hidup dari kebun sawit, mencakup pemilik lahan, pemanen, dan pengangkut.
  • Harga TBS turun 36% (dari Rp 2.700/kg menjadi Rp 1.980/kg) dalam dua hari terakhir.
  • Harga pupuk Nitrea naik Rp 130 ribu per zak 50 kg, dari Rp 420 ribu menjadi Rp 550 ribu.
  • Herbisida sistemik seperti Roundup mengalami kenaikan hingga Rp 95 ribu/liter, naik Rp 5 ribu dari sebelumnya.
  • Luas kebun sawit rakyat di Aceh Singkil mencapai 31.351 Ha, sementara HGU perusahaan mencatat 44.483,12 Ha.
  • Penurunan harga kombinasi dengan biaya input yang tinggi diprediksi mengurangi margine laba petani hingga bagian besar pendapatan harian.
Verifikasi Konten

Baca Artikel di Sumber Asli

Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.

Kunjungi Website

Diskusi Hangat

0 Kontribusi Komunitas

Suara Anda Sangat Berarti

Jadilah pionir dalam diskusi ini.