Warga Lubuksidup, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang, terpaksa merayakan Idul Fitri 1447 H di tenda pengungsian. Harapan mereka untuk pindah ke hunian sementara (Huntara) sebelum Lebaran pupus karena pembangunan belum selesai. Banjir bandang pada 26 November 2025 menghancurkan desa ini, meninggalkan puing dan tenda kumuh yang tidak layak huni.
Pemerintah berjuang menyediakan 154 unit Huntara, sesuai dengan jumlah keluarga di Lubuksidup. Namun, proses pembangunan baru akan rampung setelah Lebaran. Warga pasrah menunggu hunian layak sambil menerima bantuan makanan dan uang tunai dari berbagai lembaga.
Kondisi Pengungsian
- Tenda pengungsian sudah kumuh dan tidak layak huni.
- Abu berterbangan dari kendaraan yang melintas memperburuk kondisi tenda.
- Warga menerima bantuan makanan dan santunan uang tunai.
Harapan Warga
- Warga berharap pindah ke Huntara dalam tempo dua bulan ke depan.
- Huntara akan menjadi hunian sementara sebelum relokasi ke hunian tetap (Huntap).
- Warga pasrah dan menerima kenyataan harus merayakan Lebaran di tenda pengungsian.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaWarga Aceh Tamiang Khawatir Tenang, 122 Poskesdes Belum Pulih
“Pak Menteri sudah melihat langsung kondisi kita Ketika kunjungan pertama ke Puskesmas Kualasimpang, atas dukungan bupati,
Warga Lhokseumawe Dapat Akses Dokter Spesialis Bedah Baru Universitas Malikussaleh (Unimal) meluncurkan Program Studi Spesialis Dokter Bedah Fakultas Kedokteran pada Jumat, 1 Mei 2026. Peluncuran dip
Program Dokter Spesialis ini merupakan mandatori dari Presiden Prabowo Subianto yang dilatarbelakangi kondisi masih kekurangan dokter spesialis
71 Lokasi Huntap Aceh Siap, Warga Terdampak Menunggu Lahan","PublicImpact":85,"Credibility":90,"Urgency":70,"Evidence":85,"LongTermValue":80,"Education":60,"FinalScore":82,"Summary":"71 titik lokasiハン
Ia menjelaskan, total usulan pembangunan huntap di Aceh mencapai 17.541 unit rumah untuk kepala keluarga terdampak bencana.
Hanya 30% Daycare Aceh Berizin, Korban Anak Meningkat","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":78,"Evidence":70,"LongTermValue":80,"Education":85,"FinalScore":80,"Summary":"Kasus dugaan kekerasan
Khusus di Aceh, hanya segelintir daycare yang mengantongi izin, memperlihatkan adanya celah besar dalam tata kelola layanan pengasuhan anak.


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.