Banjir bandang yang melanda Desa Tingkeum Manyang, Kecamatan Kutablang, Bireuen, pada empat bulan lalu masih meninggalkan dampak yang mendalam. Sebanyak 18 unit rumah hilang, 13 unit rusak berat, dan 74 unit rusak ringan, termasuk puluhan ruko dan doorsmeer yang rusak parah. Hingga kini, 30 jiwa masih mengungsi di meunasah setempat, sementara sebagian warga lainnya telah kembali ke rumah untuk membersihkan sisa-sisa banjir.
Nurhayati (45), salah satu warga yang kehilangan rumah, mengungkapkan kesulitan hidup di pengungsian. Ia bersama keluarga mengungsi di meunasah sejak banjir melanda. "Kalau disuruh pindah dari meunasah, kami akan pulang ke rumah keuchik karena sudah tidak ada rumah," ujarnya. Nurhayati berharap segera mendapatkan bantuan untuk membangun kembali rumahnya.
Dampak Banjir di Bireuen
- 18 rumah hilang dan 13 rusak berat, sementara 74 rumah rusak ringan.
- 30 jiwa masih mengungsi di meunasah setelah empat bulan.
- Bantuan sembako dari Pemkab Bireuen dan relawan dinilai memadai.
- Warga seperti Nurhayati kehilangan rumah dan berharap pemulihan segera.
Harapan Warga
Warga mengungsi di meunasah masih membuka dapur umum dan menerima bantuan sembako. Namun, mereka berharap pemulihan rumah dan infrastruktur segera dilakukan agar bisa kembali hidup normal.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua Berita:null}? Wait need correct JSON. Use Title string. Provide Title as decided. Provide numeric scores. Provide Summary string. Provide Category string. Provide Publish true. Provide RejectReason null.
DPRA melalui Komisi VI menyatakan dukungan agar PORA XV tetap digelar sesuai jadwal pada November 2026 di Aceh Jaya.
Warga Lhang deuhrngang setelah polisi tangkap pengedar sabu di Aceh Barat Daya
“Saat ini pelaku beserta barang bukti sudah diamankan di Mapolres Abdya untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” tambah Hermansyah.
: Wali Kota Subulussalam menunggu SK, berharap SNT buka sekolah untuk Aceh Singkil
Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) segera dibangun di Desa Lae Saga, Kecamatan Longkib, Kota Subulussalam. Kehadiran sekolah ini diharapkan membuka
Warga Miskin Aceh Ditolak Berobat karena Data Desil Salah","PublicImpact":85,"Credibility":70,"Urgency":75,"Evidence":55,"LongTermValue":70,"Education":65,"FinalScore":75,"Summary":"Anggota DPRK Aceh┬
"Pembatasan berdasarkan desil yang awalnya bertujuan agar program ini tepat sasaran, kini menjadi permasalahan yang meluas.


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.