Kembalikesehatan

.Warga Aceh khawatir, campak mengancam karena imunisasi 33 persen

Penulis

serambinews.com

Tanggal

22 Mei 2026

.Warga Aceh khawatir, campak mengancam karena imunisasi 33 persen

Wamenkes RI Prof Dr Dante Saksono Harbuwono menyoroti bahwa cakupan imunisasi di Aceh hanya 33 persen, jauh di bawah rata‑rata nasional 80,2 persen dan target pemerintah 90 persen. Kedatangan beliau ke UPTD Puskesmas Lueng Bata, Banda Aceh, menyoroti munculnya 263 kasus campak di seluruh provinsi.

Dia menjelaskan bahwa rendahnya imunisasi dipengaruhi anggapan salah tentang efek vaksin dan keputusan yang bergantung pada kepala keluarga. Selain campak, data menunjukkan lebih dari 1.600 kasus tuberkulosis dan sekitar 63 persen anak di Kota Banda Aceh masih berstatus zero dose.

Faktor Penyebab dan Upaya Pemerintah

  • Anggapan salah tentang efek samping imunisasi masih menyebar di masyarakat.
  • Keputusan imunisasi sering menunggu persetujuan kepala keluarga, terutama pada hari kerja.
  • Pemko Banda Aceh memperkuat layanan primer di puskesmas dan posyandu, serta melakukan pendekatan rumah‑rumah (jemput bola).
  • Pendidikan kepada masyarakat ditingkatkan lewat pendekatan persuasif dan melibatkan tokoh agama, TP‑PKK, sekolah, dan keuchik.
  • Pemetaan sasaran by name by address dilakukan hingga tingkat gampong untuk memastikan tidak ada anak yang terlewat.
  • Fatwa MPU mengclarifikasi bahwa imunisasi halal (mubah) nhằm menghilangkan debat halal‑haramm.
Verifikasi Konten

Baca Artikel di Sumber Asli

Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.

Kunjungi Website

Diskusi Hangat

0 Kontribusi Komunitas

Suara Anda Sangat Berarti

Jadilah pionir dalam diskusi ini.