Wali Nanggroe Aceh, Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar, meminta pemerintah dan pimpinan daerah untuk memperhatikan masyarakat yang masih tinggal di pengungsian dan menjaga stabilitas harga pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Pesan ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh di Meuligoe Wali Nanggroe, Aceh Besar.
Wali Nanggroe menekankan bahwa perhatian pemerintah tidak hanya pada aspek keamanan, tetapi juga pada kondisi sosial masyarakat, khususnya mereka yang terdampak bencana. Stabilitas harga kebutuhan pokok juga menjadi faktor penting agar masyarakat dapat menyambut Lebaran dengan tenang.
Langkah-Langkah Strategis
- Operasi Ketupat Seulawah 2026: Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah menyatakan bahwa pihaknya akan menurunkan 3.282 personel untuk pengamanan. Operasi ini berlangsung pada 13–25 Maret 2026 dan dilanjutkan dengan pemeliharaan keamanan hingga 29 Maret 2026. Pos-pos pengamanan ditempatkan di berbagai titik strategis seperti terminal, pelabuhan, bandara, pusat perbelanjaan, rumah ibadah, dan kawasan wisata.
- Distribusi BBM dan LPG: Sales Area Manager Retail Aceh PT Pertamina Patra Niaga Misbah Bukhori melaporkan bahwa distribusi BBM dan LPG di Aceh berada dalam kondisi aman dan terkendali. Pertamina juga menyiapkan armada distribusi tambahan untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi selama Ramadan dan Idul Fitri.
- Stok Bahan Pokok: Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh menyebutkan stok sejumlah bahan pokok seperti beras, minyak goreng, dan gula masih mencukupi. Pemerintah daerah juga terus memantau harga harian serta menggelar operasi pasar murah di 23 kabupaten/kota guna menjaga stabilitas harga menjelang Lebaran.
- Bantuan Sosial: Kepala Dinas Sosial Aceh Budi Afrizal menyampaikan bahwa realisasi berbagai program bantuan sosial telah mencapai lebih dari 95 persen dari target penyaluran. Program tersebut meliputi Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sembako, bantuan usaha ekonomi produktif, serta bantuan bagi penyandang disabilitas.
Antisipasi Cuaca Ekstrem
Rapat juga membahas langkah antisipatif terhadap potensi cuaca ekstrem dan peningkatan curah hujan yang berpotensi memicu banjir di sejumlah wilayah Aceh pada pertengahan Maret. Turut hadir dalam rapat tersebut unsur pimpinan daerah dan instansi strategis, di antaranya perwakilan Pangdam Iskandar Muda, Kejaksaan Tinggi Aceh, BIN Daerah Aceh, serta pejabat terkait lainnya.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua Berita5 Pelaku Curi Minyak Pertamina Dihukum di Aceh Tamiang Warga
Lima pelaku pencurian minyak mentah di wilayah Pertamina EP Rantau Field berhasil ditangkap aparat setelah kepergok warga.
SPBU Nelayan Aceh Selatan, Akses BBM Naik Untuk UMKM Nelayan
ACEH SELATAN - Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono, meresmikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) milik KNTI Aceh Selatan di Desa...
Day Care di Banda Aceh Tanpa Izin, Warga Diawasi Tenang** **
Dari hasil penelusuran tim Pemko Banda Aceh, terungkap bahwa daycare tempat kejadian perkara ternyata tidak memiliki izin operasional...
Pergub JKA Disoroti, Sederhanakan Pasal Berbelit di Aceh | Aceh
BANDA ACEH - Akademisi ekonomi dari Universitas Syiah Kuala, Rustam Effendi, menilai Pergub Aceh Nomor 2 Tahun 2026 masih memiliki sejumlah kelemahan...


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.