Kembaliekonomi

:Petani Nilam Aceh Raih Penambahan Nilai Hingga Rp6 Juta","PublicImpact":78,"Credibility":85,"Urgency":60,"Evidence":80,"LongTermValue":75,"Education":70,"FinalScore":76,"Summary":"Wakil Menteri PengT

Penulis

serambinews.com

Tanggal

09 Mei 2026

:Petani Nilam Aceh Raih Penambahan Nilai Hingga Rp6 Juta","PublicImpact":78,"Credibility":85,"Urgency":60,"Evidence":80,"LongTermValue":75,"Education":70,"FinalScore":76,"Summary":"Wakil Menteri PengT

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Prof. Stella Christie, mengunjungi Universitas Syiah Kuala (USK) pada Jumat, 8 Mei 2026 untuk menilai inovasi hilirisasi nilam Aceh yang telah meningkatkan nilai produk dari Rp900 ribu per kilogram menjadi Rp6 juta. Kunjungan ini mencakup kunjungan ke Atsiri Research Center (ARC) dan Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC), gdzie diraih apresiasi atas kontribusi bagi masyarakat Aceh.

Inovasi Nilam dan Dampak Ekonomi

  • ARC sejak 2014 mendampingi petani nilam, meningkatkan kualitas dan nilai jual produk.
  • Nilai produk naik dari Rp900 ribu menjadi Rp6 juta per kilogram melalui riset dan hilirisasi.
  • Petani nilam berkembang dari 4 kabupaten menjadi 18 kabupaten Aceh.
  • Produk meliputi parfum, pembersih antimikroba, dan turunan lain yang siap komersial.

Kontribusi TDMRC dalam Ketangguhan Bencana

  • TDMRC menilai pengembangan teknologi air bersih hingga pangan darurat berupa nasi siap makan tahan lama.
  • Riset kebencana didukung oleh dosen, peneliti, dan tenaga ahli yang memahami persoalan secara sistematis.
  • Dana riset yang mengalir ke kampus mempercepat solusi bagi korban bencana di Aceh.

Dengan kolaborasi antara kementerian, universitas, petani, dan masyarakat, inovasi nilam dan teknologi kebencanaan diharapkan mampu meningkatkan ekonomi lokal serta ketangguhan masyarakat Aceh terhadap tantangan masa depan.

Verifikasi Konten

Baca Artikel di Sumber Asli

Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.

Kunjungi Website

Diskusi Hangat

0 Kontribusi Komunitas

Suara Anda Sangat Berarti

Jadilah pionir dalam diskusi ini.