Wahana Generasi Aceh (Wangsa) menyoroti dugaan pelanggaran pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) oleh PT Sapta Sentosa Jaya Abadi di Aceh Barat. Perusahaan diduga membayar THR secara cicilan, yang tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016. Keterlambatan pembayaran juga menimbulkan denda 5 persen dari total THR yang harus dibayarkan kepada pekerja.
Ketua Umum Wangsa, Jhony Howord, menyatakan bahwa skema pembayaran sebagian tersebut tidak memiliki dasar hukum. Regulasi tidak membenarkan pembayaran THR secara cicilan atau penundaan. Wangsa mendesak pemerintah daerah melalui Disnakertrans dan DPRK untuk mengambil langkah tegas dalam menyelesaikan kasus ini.
Detail Kasus
- Perusahaan: PT Sapta Sentosa Jaya Abadi di Aceh Barat
- Pelanggaran: Pembayaran THR secara cicilan
- Denda: 5 persen dari total THR
- Regulasi: Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016
Tuntutan Wangsa
- Pembayaran sisa THR secara penuh
- Pembayaran denda keterlambatan
- Pengawasan ketat dari Disnakertrans dan DPRK
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaWarga Bireuen Anticipasi Pabrik Refinery CPO 15% Selesai, Target 1,5 Tahun
PT Orbis Tanah Luas membangun pabrik refinery CPO di Gandapura yang akan menghasilkan produk turunan seperti minyak goreng, margarin, dan sabun.
Petani Sawang-Blang Nibong Lihat 84 Ha Sawah Rusak oleh Abrasi
ACEH UTARA - Puluhan hektare lahan persawahan di Gampong Sawang dan Blang Nibong, Kecamatan Samudera, Aceh Utara rusak akibat tergerus abrasi atau...
: Kapolresta Banda Aceh Janji Tindak Lanjut Intimidasi Wartawan Demo JKA
Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Andi Kirana menindaklanjuti laporan kekerasan terhadap jurnalis atau wartawan yang terjadi...
:Warga Bireuen Dimiinta Tidak Percayai Data Banjir TikTok King
Hasil verifikasi korban banjir tahap II akan diumumkan BPBD Bireuen setelah proses verifikasi selesai dilakukan. Hal tersebut...


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.