Dari total 23 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Lhokseumawe, 13 dapur masih dalam proses pengurusan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Data dari Dinas Kesehatan menunjukkan bahwa hanya 10 dapur yang telah memenuhi standar higiene sanitasi, sementara sisanya masih menjalani tahapan verifikasi, perbaikan sarana, dan pengujian sampel.
Proses sertifikasi ini menjadi perhatian karena SLHS merupakan syarat penting dalam menjamin keamanan pangan, mencakup kebersihan alat, lingkungan, serta kualitas air yang digunakan dalam pengolahan makanan.
Dapur yang Telah Memiliki SLHS
- Hagu Teungoh
- Meunasah Alue
- Meunasah Masjid
- Blang Pulo
- Mon Geudong
- Lhok Mon Puteh
Dapur yang Masih dalam Proses Sertifikasi
- Kampung Jawa Baru
- Simpang Empat
- Kuta Blang
- Tumpok Teungoh
- Meunasah Masjid
- Blang Mangat
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe, Cut Fitriyani, menjelaskan bahwa proses penerbitan SLHS tidak bisa dilakukan secara instan karena harus melalui tahapan pemeriksaan menyeluruh. "Dapur yang masih berproses harus melengkapi sejumlah persyaratan, termasuk perbaikan sarana dan uji kualitas air minum. Setelah itu baru bisa dilakukan penilaian ulang untuk penerbitan sertifikat," ujarnya.
Fitri menegaskan bahwa pihaknya terus mendorong percepatan sertifikasi seluruh dapur SPPG agar memenuhi standar yang telah ditetapkan. "Kami memastikan seluruh dapur yang masih dalam proses akan didampingi secara bertahap. Prinsipnya, standar higiene sanitasi harus terpenuhi agar keamanan pangan bagi masyarakat tetap terjaga," tegasnya.
Koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan agar proses sertifikasi dapat berjalan optimal, tanpa mengganggu jalannya program pemenuhan gizi. Secara regulasi, dapur SPPG diwajibkan memiliki SLHS sebagai jaminan keamanan pangan. Karena itu, proses sertifikasi yang tengah berlangsung menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh dapur benar-benar memenuhi standar sebelum dinyatakan laik.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaKhawatir: Dayah Aceh menerima laptop spesifikasi rendah, kerugian Rp42,5 juta
Dari faktur pembelian yang ditelusuri pemeriksa, diketahui CV Indobina Karya membeli laptop dengan harga riil sekitar Rp15,1 juta per unit. Artinya, terdapat selisih harga hampir Rp9 juta pe
Petani Tangse Terluka Saat Usir Gajah, Dirawat RSUD Sigli ","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":90,"Evidence":70,"LongTermValue":70,"Education":60,"FinalScore":80,"Summary":"Petani dari Tangs
Rusli M Husen (54) warga Dusun Alue Rimeh, Gampong Beungga, Kecamatan Tangse, Pidie, Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, menjadi sasaran
Aceh Masih Gulang Listrik, Hasballah Desak Kemandirian Energi
Gangguan yang terus berulang menunjukkan bahwa sistem interkoneksi tersebut tidak berjalan efektif dan justru merugikan masyarakat Aceh.
:Investasi Rp 200 T di Nagan Raya, Siap Serap 80.000 Pekerja
Nagan Raya saat ini bersiap menyambut investasi jumbo senilai Rp 200 triliun yang diklaim akan menjadi salah satu proyek terbesar di Aceh


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.