Pada akhir 2025, CV Indobina Karya menerima pesanan pembelian laptop untuk beberapa dayah di Aceh sebesar Rp979.175.400. Kontrak menuntut penyediaan laptop Acer Travelmate TMP214 dengan RAM 16 GB dan SSD 512 GB, namun saat diperiksa pada April 2026 ternyata perangkat yang diterima hanya memiliki RAM 8 GB, sementara harga beli yang dibayar oleh vendor sekitar Rp15,1 juta per unit—selisih hampir Rp9 juta tiap unit.
Audit atas belanja hibah pendidikan dayah menemukan pola kekurangan volume dan ketidaksesuaian spesifikasi di banyak titik proyek, menghasilkan kerugian negara lebih dari Rp286,2 miliar. Sebanyak 16 panitia pembangunan dayah dan pesantren tercatat menerima kelebihan pembayaran total Rp243,7 juta, dengan nominal mulai ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah.
Detail Transaksi dan Temuan Audit
- Kontrak awal: Rp24,49 juta per unit laptop spesifikasi 16 GB RAM.
- Harga pembelian nyata: Rp15,1 juta per unit (selisih Rp9,4 juta).
- Jumlah unit yang ditelusuri: 6 unit, mengakibatkan kelebihan pembayaran Rp42,5 juta.
- Total nilai kontrak: Rp979,175,400, dengan pembayaran lunas melalui SP2D.
- Temuan audit luas: kerugian belanja hibah pendidikan dayah mencapai Rp286,2 miliar.
- Kelebihan pembayaran panitia pembangunan: Rp243,7 juta tersebar di 16 lembaga seperti Dayah Mafatihul Ulum dan Pesantren Hafidz Khairumi Ibrahim.
Kegagalan pengendalian internal menyebabkan pembayaran dilakukan sepenuhnya kecuali barang yang sesuai spesifikasi belum diterima, menimbulkan ilusi kualitas dan mengurangi manfaat hibah untuk peningkatan sarana pendidikan di dayah Aceh.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaKhawatir: Dayah Aceh menerima laptop spesifikasi rendah, kerugian Rp42,5 juta
Dari faktur pembelian yang ditelusuri pemeriksa, diketahui CV Indobina Karya membeli laptop dengan harga riil sekitar Rp15,1 juta per unit. Artinya, terdapat selisih harga hampir Rp9 juta pe
Petani Tangse Terluka Saat Usir Gajah, Dirawat RSUD Sigli ","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":90,"Evidence":70,"LongTermValue":70,"Education":60,"FinalScore":80,"Summary":"Petani dari Tangs
Rusli M Husen (54) warga Dusun Alue Rimeh, Gampong Beungga, Kecamatan Tangse, Pidie, Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, menjadi sasaran
Aceh Masih Gulang Listrik, Hasballah Desak Kemandirian Energi
Gangguan yang terus berulang menunjukkan bahwa sistem interkoneksi tersebut tidak berjalan efektif dan justru merugikan masyarakat Aceh.
: Warga Lhoknga merasa tenang setelah penangkapan pelaku pelecehan seksual anak
Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Aceh Besar menangkap seorang pria lanjut usia berinisial AZ (61), terduga pelaku pemerkosaan


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.