Kembalikriminal

Khawatir: Dayah Aceh menerima laptop spesifikasi rendah, kerugian Rp42,5 juta

Penulis

modusaceh.co

Tanggal

26 Mei 2026

Khawatir: Dayah Aceh menerima laptop spesifikasi rendah, kerugian Rp42,5 juta

Pada akhir 2025, CV Indobina Karya menerima pesanan pembelian laptop untuk beberapa dayah di Aceh sebesar Rp979.175.400. Kontrak menuntut penyediaan laptop Acer Travelmate TMP214 dengan RAM 16 GB dan SSD 512 GB, namun saat diperiksa pada April 2026 ternyata perangkat yang diterima hanya memiliki RAM 8 GB, sementara harga beli yang dibayar oleh vendor sekitar Rp15,1 juta per unit—selisih hampir Rp9 juta tiap unit.

Audit atas belanja hibah pendidikan dayah menemukan pola kekurangan volume dan ketidaksesuaian spesifikasi di banyak titik proyek, menghasilkan kerugian negara lebih dari Rp286,2 miliar. Sebanyak 16 panitia pembangunan dayah dan pesantren tercatat menerima kelebihan pembayaran total Rp243,7 juta, dengan nominal mulai ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah.

Detail Transaksi dan Temuan Audit

  • Kontrak awal: Rp24,49 juta per unit laptop spesifikasi 16 GB RAM.
  • Harga pembelian nyata: Rp15,1 juta per unit (selisih Rp9,4 juta).
  • Jumlah unit yang ditelusuri: 6 unit, mengakibatkan kelebihan pembayaran Rp42,5 juta.
  • Total nilai kontrak: Rp979,175,400, dengan pembayaran lunas melalui SP2D.
  • Temuan audit luas: kerugian belanja hibah pendidikan dayah mencapai Rp286,2 miliar.
  • Kelebihan pembayaran panitia pembangunan: Rp243,7 juta tersebar di 16 lembaga seperti Dayah Mafatihul Ulum dan Pesantren Hafidz Khairumi Ibrahim.

Kegagalan pengendalian internal menyebabkan pembayaran dilakukan sepenuhnya kecuali barang yang sesuai spesifikasi belum diterima, menimbulkan ilusi kualitas dan mengurangi manfaat hibah untuk peningkatan sarana pendidikan di dayah Aceh.

Verifikasi Konten

Baca Artikel di Sumber Asli

Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.

Kunjungi Website

Diskusi Hangat

0 Kontribusi Komunitas

Suara Anda Sangat Berarti

Jadilah pionir dalam diskusi ini.