Bea Cukai Langsa memusnahkan 545.452 batang rokok ilegal dengan nilai mencapai Rp1,29 miliar. Potensi kerugian negara dari rokok tanpa cukai ini ditaksir menembus Rp886,7 juta. Penindakan ini merupakan hasil dari 63 Surat Bukti Penindakan (SBP) selama periode Mei 2025 hingga Februari 2026, menunjukkan bahwa peredaran rokok ilegal masih menjadi masalah serius di wilayah timur Aceh.
Pemusnahan rokok ilegal ini dilakukan dengan memotong seluruh batang rokok agar kehilangan nilai guna, kemudian dibakar di tempat pembuangan akhir (TPA) sesuai prosedur. Kepala Bea Cukai Langsa, Dwi Harmawanto, menegaskan bahwa tindakan ini bertujuan untuk memastikan barang ilegal tidak kembali masuk ke rantai perdagangan dan memberi efek jera.
Dampak dan Tantangan
- Potensi Kerugian Negara: Rokok ilegal yang beredar menyebabkan kerugian negara mencapai Rp886,7 juta.
- Jaringan Distribusi Luas: Berbagai merek rokok ilegal seperti H&D, Manchester, Englishman, dan lainnya menunjukkan bahwa jalur pasokan rokok ilegal tidak datang dari satu sumber tunggal.
- Pengawasan yang Masih Terbuka: Meskipun pengawasan diperketat, masih terdapat celah peredaran rokok ilegal di pasar.
- Dampak pada Pelaku Usaha Resmi: Peredaran rokok tanpa cukai tidak hanya merugikan negara, tetapi juga menghantam pelaku usaha resmi yang patuh membayar cukai.
Ajakan kepada Masyarakat
Masyarakat diimbau untuk tidak membeli maupun memperdagangkan rokok ilegal. Setiap batang rokok tanpa cukai pada akhirnya ikut menggerus penerimaan negara. Bea Cukai Langsa terus menggandeng aparat penegak hukum dan Satpol PP dalam operasi pasar serta sosialisasi cukai untuk mengatasi masalah ini.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaKhawatir: Dayah Aceh menerima laptop spesifikasi rendah, kerugian Rp42,5 juta
Dari faktur pembelian yang ditelusuri pemeriksa, diketahui CV Indobina Karya membeli laptop dengan harga riil sekitar Rp15,1 juta per unit. Artinya, terdapat selisih harga hampir Rp9 juta pe
Petani Tangse Terluka Saat Usir Gajah, Dirawat RSUD Sigli ","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":90,"Evidence":70,"LongTermValue":70,"Education":60,"FinalScore":80,"Summary":"Petani dari Tangs
Rusli M Husen (54) warga Dusun Alue Rimeh, Gampong Beungga, Kecamatan Tangse, Pidie, Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, menjadi sasaran
Aceh Masih Gulang Listrik, Hasballah Desak Kemandirian Energi
Gangguan yang terus berulang menunjukkan bahwa sistem interkoneksi tersebut tidak berjalan efektif dan justru merugikan masyarakat Aceh.
:Investasi Rp 200 T di Nagan Raya, Siap Serap 80.000 Pekerja
Nagan Raya saat ini bersiap menyambut investasi jumbo senilai Rp 200 triliun yang diklaim akan menjadi salah satu proyek terbesar di Aceh


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.