Provinsi Aceh mencatat prevalensi carrier gen talasemia sebesar 13,4 persen dari total populasi, jauh di atas rata‑rata nasional yang hanya 6–10 persen. Ketua Yayasan Darah Untuk Aceh (YDUA), Nurjannah Husien, menyatakan bahwa hampir satu dari tujuh warga Aceh membawa gen tersebut tanpa mengetahuinya.
Kondisi ini diperparah oleh kurangnya edukasi, keterbatasan akses pemeriksaan di daerah terpencil, dan stigma sosial yang membuat keluarga enggan membuka kondisi anak mereka. Dalam peringatan Hari Talasemia Internasional, YDUA mengajukan lima agenda mendesak untuk meningkatkan kesadaran, memperluas donor darah sukarela, dan menghilangkan stigma.
Fakta dan Tantangan Talasemia di Aceh
- 13,4% populasi Aceh adalah carrier gen talasemia.
- Rata‑rata nasional hanya 6–10%.
- Hampir satu dari tujuh warga Aceh unaware mereka membawa gen.
- Anak penyandang talasemia mayor perlu transfusi darah setiap dua hingga empat minggu seumur hidupnya.
- Keluarga sering menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan satu kantong darah karena keterbatasan stok.
- YDUA menyerukan lima agenda: edukasi, donor sukarela, skrining pasca‑nikah, penghapusan stigma, kolaborasi lintas sektor.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaKorban banjir Aceh khawatir, ajukan gugatan administratif PTUN
Korban bencana sumatera melalui tim advokasi dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mengajukan gugatan tindak administrasi pemerintah ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jak
Warga Aceh Khawatir Utang RSUDZA Rp 392 Miliar Ancam Layanan
"Kita punya beban utang cukup besar. Ini menyangkut manajemen. Terhadap beban yang sudah ada, bagaimana menutupinya?" kata anggota Pansus
Warga Aceh Penasar Bagaimana Indeks Demokrasi Naik Jadi 83,43
Pemerintah Aceh mencatat capaian signifikan dalam pengukuran Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) tahun 2025.
: Pasien Kronis di Aceh Tanpa Batas Desil untuk Obat Wait we need Title only, not include colon. The Title field should be string. We'll put: "Pasien Kronis di Aceh Tanpa Batas Desil untuk Obat" But 1
Pemerintah Aceh menegaskan seluruh rumah sakit di Aceh wajib menerima dan melayani pasien tanpa adanya pembatasan desil (status ekonomi), terutama mereka yang menderita penyakit katastropik


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.