Pemerintah Kabupaten Aceh Utara mulai mematangkan rencana pembentukan Badan Narkotika Nasional (BNN) tingkat kabupaten. Langkah ini diambil untuk memperkuat penanganan peredaran dan penyalahgunaan narkotika di wilayah yang memiliki cakupan luas dan tantangan geografis.
Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil, bersama jajaran Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Aceh Utara, bertemu dengan Kepala BNNK Lhokseumawe, Werdha Susetyo, untuk membahas urgensi pembentukan BNN kabupaten. Pertemuan ini menghasilkan komitmen untuk segera menindaklanjuti proses administrasi dan teknis.
Alasan Pembentukan BNN Kabupaten
- Luas wilayah dan tantangan geografis Aceh Utara menjadi alasan utama perlunya lembaga khusus yang lebih dekat dengan masyarakat.
- Meningkatkan efektivitas program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
- Koordinasi dan aksi di lapangan yang lebih terfokus untuk menciptakan wilayah yang bersih dari narkoba.
Dampak yang Diharapkan
- Program rehabilitasi dan sosialisasi bisa dilakukan lebih maksimal hingga ke tingkat gampong.
- Penindakan kasus narkotika yang lebih efektif dan terfokus.
- Perlindungan masyarakat dari ancaman narkoba melalui koordinasi yang lebih baik.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaKhawatir: Dayah Aceh menerima laptop spesifikasi rendah, kerugian Rp42,5 juta
Dari faktur pembelian yang ditelusuri pemeriksa, diketahui CV Indobina Karya membeli laptop dengan harga riil sekitar Rp15,1 juta per unit. Artinya, terdapat selisih harga hampir Rp9 juta pe
Petani Tangse Terluka Saat Usir Gajah, Dirawat RSUD Sigli ","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":90,"Evidence":70,"LongTermValue":70,"Education":60,"FinalScore":80,"Summary":"Petani dari Tangs
Rusli M Husen (54) warga Dusun Alue Rimeh, Gampong Beungga, Kecamatan Tangse, Pidie, Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, menjadi sasaran
Aceh Masih Gulang Listrik, Hasballah Desak Kemandirian Energi
Gangguan yang terus berulang menunjukkan bahwa sistem interkoneksi tersebut tidak berjalan efektif dan justru merugikan masyarakat Aceh.
:Investasi Rp 200 T di Nagan Raya, Siap Serap 80.000 Pekerja
Nagan Raya saat ini bersiap menyambut investasi jumbo senilai Rp 200 triliun yang diklaim akan menjadi salah satu proyek terbesar di Aceh


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.