Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Anggaran Makan Bergizi Aceh Terserap untuk Motor Listrik dan Kaos Kaki

10 jam yang lalu

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang menjadi salah satu andalan pemerintah kini menuai sorotan. Bukan pada konsepnya, melainkan pada susunan anggaran yang dinilai tak sepenuhnya mencerminkan prioritas utama: makanan untuk masyarakat.

Alih-alih didominasi belanja bahan pangan, komposisi anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) tahun 2025 justru menunjukkan porsi besar terserap ke sektor lain. Dari kendaraan, perangkat teknologi, hingga kebutuhan penunjang seperti kaos kaki.

Alokasi Anggaran yang Menarik Perhatian

  • Belanja Kendaraan: Pos terbesar dengan nilai mencapai Rp1,39 triliun, di mana Rp1,2 triliun dialokasikan khusus untuk pengadaan sepeda motor listrik. Motor listrik tersebut dibeli melalui sistem e-Katalog 6.0 dari perusahaan Yasa Artha Trimanunggal, dengan merek Emmo Mobility.

  • Perangkat Keras dan Komputer: Menyerap dana sebesar Rp830,1 miliar, termasuk pengadaan tablet Samsung Galaxy Tab Active 5 dengan harga e-katalog sekitar Rp17,93 juta per unit.

  • Pakaian: Anggaran mencapai Rp623,3 miliar, mencakup berbagai kebutuhan mulai dari seragam, sepatu, hingga aksesoris. Salah satu yang mencolok adalah belanja kaos kaki yang mencapai Rp6,9 miliar.

  • Pelatihan dan Sosialisasi: Menyerap dana sebesar Rp464,6 miliar, mencerminkan upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam menjalankan program.

  • Makanan: Anggaran untuk makanan yang seharusnya menjadi inti program justru berada di posisi paling kecil, yakni Rp242,8 miliar.

Kritik dan Pertanyaan

Komposisi anggaran ini membuka ruang diskusi yang lebih luas tentang prioritas kebijakan. Di satu sisi, kebutuhan operasional seperti kendaraan, perangkat, dan perlengkapan memang penting untuk menunjang pelaksanaan program. Namun di sisi lain, publik mempertanyakan apakah proporsi tersebut sudah ideal, terutama ketika kebutuhan utama yakni penyediaan makanan bergizi justru mendapatkan porsi paling kecil.

Polemik ini menjadi pengingat bahwa dalam program berskala besar, bukan hanya total anggaran yang diperhatikan, tetapi juga bagaimana setiap rupiah dialokasikan dan sejauh mana ia benar-benar menyentuh tujuan utama.

Anggaran Makan Bergizi Aceh Terserap untuk Motor Listrik dan Kaos Kaki