Stok darah di Banda Aceh dilaporkan menipis pasca-Lebaran, sementara kebutuhan darah terus meningkat. Blood For Life Foundation (BFLF) mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk memanfaatkan waktu bekerja dari rumah (WFH) dengan mendonorkan darah.
Ketua Umum BFLF Indonesia, Michael Octaviano, menyatakan bahwa darah tidak bisa dibeli dan hanya bisa didapat dari kepedulian sesama. Ia menjelaskan bahwa kebutuhan darah saat ini cukup tinggi, terutama untuk para penyintas talasemia dan pasien penyakit kronis yang menjalani perawatan atau operasi di rumah sakit.
Ajakan untuk ASN
- BFLF mengajak ASN di seluruh kabupaten/kota di Aceh untuk mendonorkan darah di unit donor darah Palang Merah Indonesia (PMI) terdekat.
- Michael berharap WFH tidak hanya menjaga efektivitas kerja, tetapi juga membuka ruang bagi ASN untuk terlibat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Kondisi Stok Darah
- Ketua PMI Kota Banda Aceh, Muhammad Haeqal Asri, menyatakan bahwa stok darah mengalami penurunan pasca-Lebaran.
- Permintaan darah terus meningkat, sementara jumlah pendonor mengalami penurunan signifikan.
Harapan dan Imbauan
- BFLF dan PMI berharap kolaborasi antara kebijakan WFH dan kepedulian sosial ASN serta masyarakat dapat membantu memenuhi kebutuhan darah di Aceh.
- Masyarakat diimbau untuk rutin mendonorkan darah guna menjaga ketersediaan stok dan membantu menyelamatkan lebih banyak nyawa.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaKhawatir: Dayah Aceh menerima laptop spesifikasi rendah, kerugian Rp42,5 juta
Dari faktur pembelian yang ditelusuri pemeriksa, diketahui CV Indobina Karya membeli laptop dengan harga riil sekitar Rp15,1 juta per unit. Artinya, terdapat selisih harga hampir Rp9 juta pe
Petani Tangse Terluka Saat Usir Gajah, Dirawat RSUD Sigli ","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":90,"Evidence":70,"LongTermValue":70,"Education":60,"FinalScore":80,"Summary":"Petani dari Tangs
Rusli M Husen (54) warga Dusun Alue Rimeh, Gampong Beungga, Kecamatan Tangse, Pidie, Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, menjadi sasaran
Aceh Masih Gulang Listrik, Hasballah Desak Kemandirian Energi
Gangguan yang terus berulang menunjukkan bahwa sistem interkoneksi tersebut tidak berjalan efektif dan justru merugikan masyarakat Aceh.
:Investasi Rp 200 T di Nagan Raya, Siap Serap 80.000 Pekerja
Nagan Raya saat ini bersiap menyambut investasi jumbo senilai Rp 200 triliun yang diklaim akan menjadi salah satu proyek terbesar di Aceh


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.