Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

BMKG Ingatkan Pemda Aceh Waspadai Karhutla dan Ketersediaan Air Jelang Puncak Kemarau

2 jam yang lalu

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) mengingatkan pemerintah dan masyarakat Aceh untuk mempersiapkan diri menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung pada Juli mendatang. Selain itu, BMKG juga mengimbau kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Prakirawan BMKG, Nofrida Handayani, menyatakan bahwa Banda Aceh dan sekitarnya sudah memasuki musim kemarau sejak Januari dasarian II. Puncak kemarau diperkirakan berlangsung selama 28-30 dasarian pada Juli mendatang. BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau prakiraan cuaca melalui website atau aplikasi mobile info BMKG.

Potensi Cuaca Ekstrem

  • Cuaca di Banda Aceh berpotensi berawan tebal hingga hujan pada akhir Maret.
  • Suhu berkisar antara 24-28 derajat celcius dengan kecepatan angin 4 km/jam.
  • BMKG mengeluarkan peringatan dini berupa potensi hujan sedang-lebat yang dapat disertai angin kencang untuk wilayah Aceh Barat Daya, Aceh Barat, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Bener Meriah, Gayo Lues, Pidie Jaya, Subulussalam, dan Nagan Raya.

Dampak terhadap Kehidupan Masyarakat

  • Tinggi gelombang masuk kategori sedang, berkisar antara 1,25 - 2,5 meter berpeluang terjadi di perairan Aceh Besar - Meulaboh, dan perairan selatan Simeulue.
  • Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan Aceh Besar-Meulaboh, yang berisiko terhadap keselamatan pelayaran perahu nelayan dan kapal tongkang.

BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika berkendara dalam keadaan cuaca buruk yang dapat disertai angin kencang, banjir, dan tanah longsor.

BMKG Ingatkan Pemda Aceh Waspadai Karhutla dan Ketersediaan Air Jelang Puncak Kemarau