BNNP Aceh dan RSJ Aceh bekerja sama untuk memperkuat layanan rehabilitasi narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) di tengah keterbatasan tenaga konselor. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan rehabilitasi bagi penyalahguna narkotika di Aceh.
Kekurangan Konselor Adiksi
- RSJ Aceh saat ini hanya memiliki satu konselor adiksi, yang menjadi kendala dalam memberikan layanan rehabilitasi yang optimal.
- Direktur RSJ Aceh, dr. Hanif, menyoroti pentingnya peningkatan jumlah konselor untuk mendukung layanan rehabilitasi.
Sinergi dan Dukungan BNNP Aceh
- BNNP Aceh siap mendukung peningkatan kapasitas tenaga konselor dan kualitas layanan rehabilitasi.
- Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol. Dedy Tabrani, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk penanganan narkotika yang efektif.
Poin Kerja Sama
- Penguatan sosialisasi layanan rehabilitasi bagi klien rujukan Tim Asesmen Terpadu (TAT).
- Peningkatan kemampuan tenaga konselor.
- Penguatan monitoring dan evaluasi terhadap perkembangan klien hasil TAT selama menjalani rehabilitasi rawat inap.
- Penyusunan nota kesepahaman antara BNNP Aceh dan RSJ Aceh.
Harapan dan Dampak
- Langkah ini diharapkan memperkuat sistem rehabilitasi di Aceh dan mendorong penanganan penyalahgunaan narkotika yang lebih efektif dan berkelanjutan.
- Salah satu klien rujukan TAT mengaku pendekatan rehabilitatif memberikan peluang pemulihan yang lebih baik.
#Aceh#Berita#Sosial
Bagikan
Baca Sumber Asli
Ingin memverifikasi informasi lebih lanjut?

