BPBA mengajak warga Aceh untuk berpartisipasi dalam simulasi evakuasi bencana yang akan digelar pada 26 April 2026. Simulasi ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana, terutama di wilayah pesisir seperti Banda Aceh.
Kepala Pelaksana BPBA, Bahron Bakti, menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana. Simulasi ini diharapkan dapat membantu warga mengenali tanda bahaya dan mencari titik aman dengan cepat.
Tujuan Simulasi Evakuasi
- Meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana
- Mengajarkan warga mengenali tanda bahaya dan mencari titik aman
- Meminimalkan risiko saat bencana terjadi
Partisipasi Masyarakat
- Warga diajak untuk berpartisipasi aktif dalam latihan evakuasi
- Simulasi akan menggunakan tanda peringatan seperti sirine, kentongan, dan lonceng
- Warga diminta bergerak menjauh dari potensi bahaya dan mencari titik aman
Pengalaman Warga
- Nia (23), warga Banda Aceh, mengaku pernah melihat fasilitas evakuasi di Ulee Lheue
- Di Desa Ulee Kareng, warga biasanya lari ke lahan luas atau sawah saat terjadi bencana
- Informasi yang lebih sederhana dan mudah dipahami masih dibutuhkan agar langkah yang diambil saat darurat bisa lebih terarah
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaKhawatir: Dayah Aceh menerima laptop spesifikasi rendah, kerugian Rp42,5 juta
Dari faktur pembelian yang ditelusuri pemeriksa, diketahui CV Indobina Karya membeli laptop dengan harga riil sekitar Rp15,1 juta per unit. Artinya, terdapat selisih harga hampir Rp9 juta pe
Petani Tangse Terluka Saat Usir Gajah, Dirawat RSUD Sigli ","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":90,"Evidence":70,"LongTermValue":70,"Education":60,"FinalScore":80,"Summary":"Petani dari Tangs
Rusli M Husen (54) warga Dusun Alue Rimeh, Gampong Beungga, Kecamatan Tangse, Pidie, Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, menjadi sasaran
Aceh Masih Gulang Listrik, Hasballah Desak Kemandirian Energi
Gangguan yang terus berulang menunjukkan bahwa sistem interkoneksi tersebut tidak berjalan efektif dan justru merugikan masyarakat Aceh.
:Investasi Rp 200 T di Nagan Raya, Siap Serap 80.000 Pekerja
Nagan Raya saat ini bersiap menyambut investasi jumbo senilai Rp 200 triliun yang diklaim akan menjadi salah satu proyek terbesar di Aceh


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.