Pelajar di Kecamatan Sawang, Aceh Utara, terpaksa menyeberangi sungai menggunakan rakit setelah jembatan dan jalan penghubung putus akibat banjir besar pada akhir tahun lalu. Akses yang terputus menghubungkan sejumlah gampong, seperti Lhok Cut, Kubu, Blang Cut, dan Gunci, menuju pusat kecamatan. Para pelajar harus mengeluarkan biaya tambahan sebesar Rp 10 ribu per hari untuk menggunakan rakit pulang-pergi ke sekolah.
Zuraini (19), salah satu pelajar, mengaku harus menggunakan rakit setiap hari untuk menyeberangi Krueng Sawang agar dapat bersekolah di SMA Negeri 1 Sawang. Ia berharap pemerintah segera memperbaiki akses jalan serta membangun jembatan permanen untuk memudahkan aktivitas warga, khususnya pelajar.
Kondisi Akses Pendidikan
- Jembatan dan jalan penghubung putus akibat banjir besar.
- Warga memanfaatkan rakit sederhana berbahan papan kayu yang dipasang di atas perahu karet bantuan kepolisian.
- Pelajar harus mengeluarkan biaya tambahan sebesar Rp 10 ribu per hari untuk menggunakan rakit.
- Kondisi jalan yang ekstrem dan licin saat hujan menambah risiko keselamatan.
Harapan Pelajar
- Zuraini berharap pemerintah segera memperbaiki akses jalan dan membangun jembatan permanen.
- Pelajar mengeluhkan kondisi jalan yang ekstrem dan licin saat hujan, yang sering menyebabkan mereka terjatuh dan cedera.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaKhawatir: Dayah Aceh menerima laptop spesifikasi rendah, kerugian Rp42,5 juta
Dari faktur pembelian yang ditelusuri pemeriksa, diketahui CV Indobina Karya membeli laptop dengan harga riil sekitar Rp15,1 juta per unit. Artinya, terdapat selisih harga hampir Rp9 juta pe
Petani Tangse Terluka Saat Usir Gajah, Dirawat RSUD Sigli ","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":90,"Evidence":70,"LongTermValue":70,"Education":60,"FinalScore":80,"Summary":"Petani dari Tangs
Rusli M Husen (54) warga Dusun Alue Rimeh, Gampong Beungga, Kecamatan Tangse, Pidie, Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, menjadi sasaran
Aceh Masih Gulang Listrik, Hasballah Desak Kemandirian Energi
Gangguan yang terus berulang menunjukkan bahwa sistem interkoneksi tersebut tidak berjalan efektif dan justru merugikan masyarakat Aceh.
:Investasi Rp 200 T di Nagan Raya, Siap Serap 80.000 Pekerja
Nagan Raya saat ini bersiap menyambut investasi jumbo senilai Rp 200 triliun yang diklaim akan menjadi salah satu proyek terbesar di Aceh


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.