Dinas Pendidikan Aceh melarang sekolah menggelar kegiatan perpisahan dan tamasya ke luar daerah bagi siswa yang baru lulus. Kebijakan ini diambil menyusul kondisi Aceh yang masih dalam masa pemulihan pascabencana. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, menegaskan bahwa sekolah juga tidak diperkenankan melakukan pungutan yang memberatkan siswa, seperti uang perpisahan, uang raport, dan uang foto.
Murthalamuddin meminta seluruh kepala sekolah, guru, dan wali murid untuk memiliki kepekaan terhadap situasi yang sedang dihadapi masyarakat pascabencana. Ia juga menambahkan bahwa jika sekolah tetap melaksanakan kegiatan perpisahan atau tamasya, kegiatan tersebut harus bersifat sukarela dan tidak boleh diwajibkan kepada seluruh siswa.
Alternatif Kegiatan
- Sedekah Buku: Sekolah didorong untuk mengadakan kegiatan sedekah buku, yang tidak harus buku baru. Buku bekas yang sudah dibaca juga dapat disumbangkan, kecuali buku pelajaran.
- Sedekah Pohon: Siswa dapat berkolaborasi untuk menanam pohon produktif dan pohon berbuah di lingkungan sekolah.
Murthalamuddin berharap seluruh pihak dapat mendukung upaya menciptakan pendidikan yang lebih inklusif tanpa beban biaya tambahan. Edaran resmi terkait kebijakan ini akan segera dikeluarkan oleh Disdik Aceh.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaPetani Aceh Barat Daya Rugi Miliaran Sementara Ekspor Sawit Melonjak 445%
BANDA ACEH - Di tengah keluhan petani terkait anjloknya harga tandan buah segar (TBS) sawit di sejumlah daerah, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal...
: Warga Aceh Penasaran: DAU 2,5% Disetujui dalam RUU Pemerintahan
JAKARTA - Delapan fraksi di Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menyatakan persetujuan terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) Perubahan atas Undang-Undang...
1,87 juta pelanggan Aceh kembali terima listrik, rasa lega terasa
PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Aceh berhasil memulihkan sistem kelistrikan yang sempat terganggu.
:Investasi Rp 200 T di Nagan Raya, Siap Serap 80.000 Pekerja
Nagan Raya saat ini bersiap menyambut investasi jumbo senilai Rp 200 triliun yang diklaim akan menjadi salah satu proyek terbesar di Aceh


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.