Kembaliekonomi

Petani Aceh Barat Daya Rugi Miliaran Sementara Ekspor Sawit Melonjak 445%

Penulis

ajnn.net

Tanggal

26 Mei 2026

Petani Aceh Barat Daya Rugi Miliaran Sementara Ekspor Sawit Melonjak 445%

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Aceh mencatat nilai devisa ekspor komoditas kelapa sawit berupa crude palm oil (CPO) dan palm kernel shell (cangkang sawit) mencapai Rp 360,06 miliar selama Januari hingga April 2026. Angka tersebut merupakan peningkatan lebih dari 445 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp 65,97 miliar dan tahun 2024 sebesar Rp 55,10 miliar.

Petani sawit di Aceh Barat Daya dan Nagan Raya melaporkan penurunan harga tandan buah segar (TBS) sekitar Rp200 per kilogram dari sebelumnya yang menyentuh Rp3.030 per kilogram, padahal harga CPO masih tinggi di level Rp15.519,91 per kilogram. Ketidakseimbangan ini menimbulkan kerugian yang diperkirakan lebih dari Rp3 miliar per hari bagi petani kecil dan plasma.

Faktor di balik lonjakan ekspor dan tekanan harga petani

  • Ekspor CPO dan cangkang sawit Aceh Januari–April 2026: Rp 360,06 miliar
  • PeningkatanYoY: lebih dari 445 % dibandingkan 2025
  • Nilai ekspor sawit Aceh seluruh 2025: Rp 1,18 triliun
  • Penurunan harga TBS petani: sekitar Rp200/kg (dari Rp3.030/kg)
  • Estimasi kerugian harian petani Aceh Barat Daya: lebih dari Rp3 miliar
  • Peluang hilirisasi: limbah sawit (tandan kosong) sebagai pupuk organik dan bungkil inti sebagai pakan ternak berkualitas

Data ini menunjukkan basis volume ekspor yang kuat namun mencadangkan tantangan distributif nilai bagi petani lokal, menuntut kebijakan yang mensejahterakan sektor perkebunan sawit di Aceh.

Verifikasi Konten

Baca Artikel di Sumber Asli

Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.

Kunjungi Website

Diskusi Hangat

0 Kontribusi Komunitas

Suara Anda Sangat Berarti

Jadilah pionir dalam diskusi ini.