Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Aceh mencatat nilai devisa ekspor komoditas kelapa sawit berupa crude palm oil (CPO) dan palm kernel shell (cangkang sawit) mencapai Rp 360,06 miliar selama Januari hingga April 2026. Angka tersebut merupakan peningkatan lebih dari 445 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp 65,97 miliar dan tahun 2024 sebesar Rp 55,10 miliar.
Petani sawit di Aceh Barat Daya dan Nagan Raya melaporkan penurunan harga tandan buah segar (TBS) sekitar Rp200 per kilogram dari sebelumnya yang menyentuh Rp3.030 per kilogram, padahal harga CPO masih tinggi di level Rp15.519,91 per kilogram. Ketidakseimbangan ini menimbulkan kerugian yang diperkirakan lebih dari Rp3 miliar per hari bagi petani kecil dan plasma.
Faktor di balik lonjakan ekspor dan tekanan harga petani
- Ekspor CPO dan cangkang sawit Aceh Januari–April 2026: Rp 360,06 miliar
- PeningkatanYoY: lebih dari 445 % dibandingkan 2025
- Nilai ekspor sawit Aceh seluruh 2025: Rp 1,18 triliun
- Penurunan harga TBS petani: sekitar Rp200/kg (dari Rp3.030/kg)
- Estimasi kerugian harian petani Aceh Barat Daya: lebih dari Rp3 miliar
- Peluang hilirisasi: limbah sawit (tandan kosong) sebagai pupuk organik dan bungkil inti sebagai pakan ternak berkualitas
Data ini menunjukkan basis volume ekspor yang kuat namun mencadangkan tantangan distributif nilai bagi petani lokal, menuntut kebijakan yang mensejahterakan sektor perkebunan sawit di Aceh.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaKhawatir: Dayah Aceh menerima laptop spesifikasi rendah, kerugian Rp42,5 juta
Dari faktur pembelian yang ditelusuri pemeriksa, diketahui CV Indobina Karya membeli laptop dengan harga riil sekitar Rp15,1 juta per unit. Artinya, terdapat selisih harga hampir Rp9 juta pe
Petani Tangse Terluka Saat Usir Gajah, Dirawat RSUD Sigli ","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":90,"Evidence":70,"LongTermValue":70,"Education":60,"FinalScore":80,"Summary":"Petani dari Tangs
Rusli M Husen (54) warga Dusun Alue Rimeh, Gampong Beungga, Kecamatan Tangse, Pidie, Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, menjadi sasaran
Aceh Masih Gulang Listrik, Hasballah Desak Kemandirian Energi
Gangguan yang terus berulang menunjukkan bahwa sistem interkoneksi tersebut tidak berjalan efektif dan justru merugikan masyarakat Aceh.
:Investasi Rp 200 T di Nagan Raya, Siap Serap 80.000 Pekerja
Nagan Raya saat ini bersiap menyambut investasi jumbo senilai Rp 200 triliun yang diklaim akan menjadi salah satu proyek terbesar di Aceh


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.