Aktivis muda Bener Meriah, Sadra Munawar, mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bener Meriah untuk membuka hasil kerja Panitia Khusus (Pansus) Penanggulangan Bencana Tahun Anggaran 2026 secara transparan kepada publik. Ia menekankan bahwa transparansi bukan sekadar pilihan, melainkan kewajiban hukum dan moral sesuai Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
Sadra menilai laporan pansus penting untuk mengetahui penggunaan anggaran dan penanganan bencana, serta sebagai bahan evaluasi agar kebijakan serupa tidak mengulang kesalahan yang sama. Ia juga mengingatkan tim pansus untuk bekerja independen dan jujur, tanpa terpengaruh kepentingan pihak mana pun.
Poin Penting
- Desakan Transparansi: Sadra mendesak DPRK Bener Meriah untuk membuka hasil pansus secara publik.
- Landasan Hukum: Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
- Pentingnya Laporan: Masyarakat menilai laporan pansus penting untuk evaluasi kebijakan dan penggunaan anggaran.
- Independensi Tim Pansus: Sadra mengingatkan tim pansus untuk bekerja independen dan jujur.
- Akuntabilitas: Transparansi dianggap sebagai kewajiban hukum dan moral untuk membangun kepercayaan publik.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaKhawatir: Dayah Aceh menerima laptop spesifikasi rendah, kerugian Rp42,5 juta
Dari faktur pembelian yang ditelusuri pemeriksa, diketahui CV Indobina Karya membeli laptop dengan harga riil sekitar Rp15,1 juta per unit. Artinya, terdapat selisih harga hampir Rp9 juta pe
Petani Tangse Terluka Saat Usir Gajah, Dirawat RSUD Sigli ","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":90,"Evidence":70,"LongTermValue":70,"Education":60,"FinalScore":80,"Summary":"Petani dari Tangs
Rusli M Husen (54) warga Dusun Alue Rimeh, Gampong Beungga, Kecamatan Tangse, Pidie, Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, menjadi sasaran
Aceh Masih Gulang Listrik, Hasballah Desak Kemandirian Energi
Gangguan yang terus berulang menunjukkan bahwa sistem interkoneksi tersebut tidak berjalan efektif dan justru merugikan masyarakat Aceh.
:Investasi Rp 200 T di Nagan Raya, Siap Serap 80.000 Pekerja
Nagan Raya saat ini bersiap menyambut investasi jumbo senilai Rp 200 triliun yang diklaim akan menjadi salah satu proyek terbesar di Aceh


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.