Dua fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Singkil menolak Rancangan Qanun Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Singkil 2026 senilai Rp 822 miliar. Penolakan ini menyebabkan gagalnya penyahkannya meskipun sudah molor hingga bulan April. Fraksi Sahabat dan Fraksi Gerakan Pembangunan Berkarya menyatakan penolakan mereka terhadap rancangan qanun tersebut, sementara Fraksi NasDem menerima rancangan tersebut.
Penolakan disebabkan oleh kekhawatiran terhadap target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dinilai pesimis tercapai, pengadaan mobil dinas bupati yang dianggap tidak perlu mengingat keuangan daerah yang memprihatinkan, dan pembelian lahan untuk Sekolah Rakyat yang dinilai kurang tepat. Selain itu, Fraksi Sahabat juga menyoroti penerima bantuan jatah hidup korban banjir yang tidak transparan.
Alasan Penolakan
- Target PAD yang pesimis: Fraksi Sahabat menyoroti target PAD dalam APBK 2026 yang dinilai pesimis tercapai.
- Pengadaan mobil dinas bupati: Pengadaan mobil dinas bupati dinilai tidak perlu mengingat keuangan daerah yang memprihatinkan.
- Pembelian lahan untuk Sekolah Rakyat: Fraksi Sahabat menyorot pembelian lahan untuk Sekolah Rakyat yang dinilai kurang tepat.
- Penerima bantuan jatah hidup korban banjir: Penerima bantuan jatah hidup korban banjir dinilai tidak transparan.
Dampak Penolakan
- Pelayanan kecamatan terancam ditutup: Camat Kuala Baru dan Singkil mengancam menutup pelayanan kecamatan jika APBK tidak segera disahkan.
- Gaji ASN terancam tidak dibayarkan: Gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) juga terancam tidak dibayarkan jika APBK tidak segera disahkan.
Langkah Selanjutnya
Rancangan APBK Aceh Singkil 2026 akan dibawa ke Banda Aceh untuk dikonsultasikan lebih lanjut agar bisa segera disahkan. Ketua DPRK Aceh Singkil, Haji Amaliun, menyatakan bahwa hasil paripurna akan dibawa ke Banda Aceh untuk dikonsultasikan dan semua yang disampaikan akan dicatat.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaKhawatir: Dayah Aceh menerima laptop spesifikasi rendah, kerugian Rp42,5 juta
Dari faktur pembelian yang ditelusuri pemeriksa, diketahui CV Indobina Karya membeli laptop dengan harga riil sekitar Rp15,1 juta per unit. Artinya, terdapat selisih harga hampir Rp9 juta pe
Petani Tangse Terluka Saat Usir Gajah, Dirawat RSUD Sigli ","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":90,"Evidence":70,"LongTermValue":70,"Education":60,"FinalScore":80,"Summary":"Petani dari Tangs
Rusli M Husen (54) warga Dusun Alue Rimeh, Gampong Beungga, Kecamatan Tangse, Pidie, Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, menjadi sasaran
Aceh Masih Gulang Listrik, Hasballah Desak Kemandirian Energi
Gangguan yang terus berulang menunjukkan bahwa sistem interkoneksi tersebut tidak berjalan efektif dan justru merugikan masyarakat Aceh.
:Investasi Rp 200 T di Nagan Raya, Siap Serap 80.000 Pekerja
Nagan Raya saat ini bersiap menyambut investasi jumbo senilai Rp 200 triliun yang diklaim akan menjadi salah satu proyek terbesar di Aceh


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.