Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Krisis Air Bersih di Aceh Tamiang: Warga Bergantung pada Distribusi Darurat

3 jam yang lalu

Empat bulan setelah banjir melanda, warga Aceh Tamiang masih menghadapi krisis air bersih. Cuaca kemarau yang berkepanjangan dan kerusakan jaringan distribusi air oleh Perumda Tirta Tamiang menjadi penyebab utama. Warga kini bergantung pada distribusi air darurat yang dilakukan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Aceh Tamiang.

Setiap harinya, DPKP Aceh Tamiang menyalurkan 40 ton air bersih ke berbagai titik, termasuk pemukiman umum, huntara, dan fasilitas publik seperti masjid. Direktur Perumda Tirta Tamiang, Juanda, mengakui bahwa jaringan distribusi mereka masih banyak yang rusak dan kolam intake kekurangan air akibat kemarau.

Dampak Krisi Air Bersih

  • Warga bergantung pada distribusi air darurat dari DPKP.
  • Sumur bor di huntara mengering, memaksa warga mencari alternatif.
  • Distribusi air mencapai 40 ton per hari, namun kebutuhan masih tinggi.
  • Perumda Tirta Tamiang belum mampu memulihkan layanan normal.

Upaya Pemerintah

  • Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, memastikan bantuan air bersih terus berlanjut selama masyarakat membutuhkan.
  • DPKP Aceh Tamiang menyiagakan tiga unit armada untuk distribusi air setiap hari.
  • Prioritas diberikan pada kebutuhan masyarakat, termasuk fasilitas publik dan huntara.
Krisis Air Bersih di Aceh Tamiang: Warga Bergantung pada Distribusi Darurat