Empat bulan setelah banjir melanda, warga Aceh Tamiang masih menghadapi krisis air bersih. Cuaca kemarau yang berkepanjangan dan kerusakan jaringan distribusi air oleh Perumda Tirta Tamiang menjadi penyebab utama. Warga kini bergantung pada distribusi air darurat yang dilakukan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Aceh Tamiang.
Setiap harinya, DPKP Aceh Tamiang menyalurkan 40 ton air bersih ke berbagai titik, termasuk pemukiman umum, huntara, dan fasilitas publik seperti masjid. Direktur Perumda Tirta Tamiang, Juanda, mengakui bahwa jaringan distribusi mereka masih banyak yang rusak dan kolam intake kekurangan air akibat kemarau.
Dampak Krisi Air Bersih
- Warga bergantung pada distribusi air darurat dari DPKP.
- Sumur bor di huntara mengering, memaksa warga mencari alternatif.
- Distribusi air mencapai 40 ton per hari, namun kebutuhan masih tinggi.
- Perumda Tirta Tamiang belum mampu memulihkan layanan normal.
Upaya Pemerintah
- Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, memastikan bantuan air bersih terus berlanjut selama masyarakat membutuhkan.
- DPKP Aceh Tamiang menyiagakan tiga unit armada untuk distribusi air setiap hari.
- Prioritas diberikan pada kebutuhan masyarakat, termasuk fasilitas publik dan huntara.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaKhawatir: Dayah Aceh menerima laptop spesifikasi rendah, kerugian Rp42,5 juta
Dari faktur pembelian yang ditelusuri pemeriksa, diketahui CV Indobina Karya membeli laptop dengan harga riil sekitar Rp15,1 juta per unit. Artinya, terdapat selisih harga hampir Rp9 juta pe
Petani Tangse Terluka Saat Usir Gajah, Dirawat RSUD Sigli ","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":90,"Evidence":70,"LongTermValue":70,"Education":60,"FinalScore":80,"Summary":"Petani dari Tangs
Rusli M Husen (54) warga Dusun Alue Rimeh, Gampong Beungga, Kecamatan Tangse, Pidie, Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, menjadi sasaran
Aceh Masih Gulang Listrik, Hasballah Desak Kemandirian Energi
Gangguan yang terus berulang menunjukkan bahwa sistem interkoneksi tersebut tidak berjalan efektif dan justru merugikan masyarakat Aceh.
:Investasi Rp 200 T di Nagan Raya, Siap Serap 80.000 Pekerja
Nagan Raya saat ini bersiap menyambut investasi jumbo senilai Rp 200 triliun yang diklaim akan menjadi salah satu proyek terbesar di Aceh


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.