Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Bayi Hidrosefalus Bireuen Dibantu Haji Uma untuk Operasi di RSUDZA

9 jam yang lalu

Bayi perempuan berusia 27 hari, Ashadia Innara, warga Gampong Mata Mamplam, Bireuen, menderita hidrosefalus sejak lahir. Kondisi ini menyebabkan penumpukan cairan di otak yang dapat merusak jaringan saraf. Keluarga pasangan Suryadi dan Marlina, yang tinggal di kios sewaan, tidak mampu membiayai operasi dan perawatan di RSUD dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.

Anggota DPD RI asal Aceh, Haji Uma, mengetahui kondisi ini dan segera membantu proses rujukan. Ashadia Innara kini menjalani perawatan di RSUDZA dengan biaya dan pendampingan yang ditanggung oleh Haji Uma. Keluarga berharap dukungan masyarakat untuk kesembuhan bayi mereka.

Kondisi Medis dan Dampak Hidrosefalus

  • Hidrosefalus adalah gangguan aliran cairan serebrospinal di otak, meningkatkan tekanan di dalam rongga kepala.
  • Penumpukan cairan dapat merusak jaringan otak, terutama pusat saraf vital.
  • Bayi Ashadia Innara membutuhkan penanganan medis segera untuk mencegah kerusakan permanen.

Bantuan dari Haji Uma

  • Haji Uma telah membantu beberapa kasus serupa, termasuk dua anak kembar dari Aceh Timur yang menderita thalassemia.
  • Ia menyediakan biaya transportasi dan pendampingan untuk keluarga kurang mampu.
  • Koordinasi dengan RSUDZA dan instansi terkait dilakukan untuk memastikan pengobatan berjalan lancar.

Harapan Keluarga

Keluarga Ashadia Innara berharap dukungan dan doa dari masyarakat Aceh agar bayi mereka dapat segera pulih dan menjalani kehidupan normal.

Bayi Hidrosefalus Bireuen Dibantu Haji Uma untuk Operasi di RSUDZA