Bayi perempuan berusia 27 hari, Ashadia Innara, warga Gampong Mata Mamplam, Bireuen, menderita hidrosefalus sejak lahir. Kondisi ini menyebabkan penumpukan cairan di otak yang dapat merusak jaringan saraf. Keluarga pasangan Suryadi dan Marlina, yang tinggal di kios sewaan, tidak mampu membiayai operasi dan perawatan di RSUD dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.
Anggota DPD RI asal Aceh, Haji Uma, mengetahui kondisi ini dan segera membantu proses rujukan. Ashadia Innara kini menjalani perawatan di RSUDZA dengan biaya dan pendampingan yang ditanggung oleh Haji Uma. Keluarga berharap dukungan masyarakat untuk kesembuhan bayi mereka.
Kondisi Medis dan Dampak Hidrosefalus
- Hidrosefalus adalah gangguan aliran cairan serebrospinal di otak, meningkatkan tekanan di dalam rongga kepala.
- Penumpukan cairan dapat merusak jaringan otak, terutama pusat saraf vital.
- Bayi Ashadia Innara membutuhkan penanganan medis segera untuk mencegah kerusakan permanen.
Bantuan dari Haji Uma
- Haji Uma telah membantu beberapa kasus serupa, termasuk dua anak kembar dari Aceh Timur yang menderita thalassemia.
- Ia menyediakan biaya transportasi dan pendampingan untuk keluarga kurang mampu.
- Koordinasi dengan RSUDZA dan instansi terkait dilakukan untuk memastikan pengobatan berjalan lancar.
Harapan Keluarga
Keluarga Ashadia Innara berharap dukungan dan doa dari masyarakat Aceh agar bayi mereka dapat segera pulih dan menjalani kehidupan normal.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaKhawatir: Dayah Aceh menerima laptop spesifikasi rendah, kerugian Rp42,5 juta
Dari faktur pembelian yang ditelusuri pemeriksa, diketahui CV Indobina Karya membeli laptop dengan harga riil sekitar Rp15,1 juta per unit. Artinya, terdapat selisih harga hampir Rp9 juta pe
Petani Tangse Terluka Saat Usir Gajah, Dirawat RSUD Sigli ","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":90,"Evidence":70,"LongTermValue":70,"Education":60,"FinalScore":80,"Summary":"Petani dari Tangs
Rusli M Husen (54) warga Dusun Alue Rimeh, Gampong Beungga, Kecamatan Tangse, Pidie, Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, menjadi sasaran
Aceh Masih Gulang Listrik, Hasballah Desak Kemandirian Energi
Gangguan yang terus berulang menunjukkan bahwa sistem interkoneksi tersebut tidak berjalan efektif dan justru merugikan masyarakat Aceh.
:Investasi Rp 200 T di Nagan Raya, Siap Serap 80.000 Pekerja
Nagan Raya saat ini bersiap menyambut investasi jumbo senilai Rp 200 triliun yang diklaim akan menjadi salah satu proyek terbesar di Aceh


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.