Perangkat gampong di Aceh Besar mengalami keterlambatan pembayaran gaji hingga empat bulan, menimbulkan keresahan di kalangan mereka yang menjadi ujung tombak pelayanan pemerintahan di tingkat gampong. Ketua Komisi I DPRK Aceh Besar, Dahlan, mendesak pemerintah daerah untuk segera menyelesaikan persoalan ini agar tidak mengganggu kinerja dan stabilitas pelayanan kepada masyarakat.
Keterlambatan pembayaran gaji ini tidak hanya berdampak pada kebutuhan hidup perangkat gampong, tetapi juga berpotensi menurunkan semangat kerja mereka. Dahlan menekankan pentingnya perhatian serius terhadap kesejahteraan perangkat gampong yang memiliki peran strategis dalam pelayanan publik di tingkat desa.
Dampak Keterlambatan Gaji
- Keresahan di kalangan perangkat gampong yang bergantung pada gaji untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
- Penurunan semangat kerja yang dapat mengganggu kinerja pelayanan publik.
- Stabilitas pelayanan kepada masyarakat terancam jika keterlambatan terus berlanjut.
- Kepercayaan perangkat gampong terhadap pemerintah dapat menurun jika masalah ini tidak segera diselesaikan.
Dahlan berharap adanya respons cepat dari pihak terkait agar keterlambatan pembayaran gaji tidak terus berulang dan hak-hak perangkat gampong segera dipenuhi.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaKhawatir: Dayah Aceh menerima laptop spesifikasi rendah, kerugian Rp42,5 juta
Dari faktur pembelian yang ditelusuri pemeriksa, diketahui CV Indobina Karya membeli laptop dengan harga riil sekitar Rp15,1 juta per unit. Artinya, terdapat selisih harga hampir Rp9 juta pe
Petani Tangse Terluka Saat Usir Gajah, Dirawat RSUD Sigli ","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":90,"Evidence":70,"LongTermValue":70,"Education":60,"FinalScore":80,"Summary":"Petani dari Tangs
Rusli M Husen (54) warga Dusun Alue Rimeh, Gampong Beungga, Kecamatan Tangse, Pidie, Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, menjadi sasaran
Aceh Masih Gulang Listrik, Hasballah Desak Kemandirian Energi
Gangguan yang terus berulang menunjukkan bahwa sistem interkoneksi tersebut tidak berjalan efektif dan justru merugikan masyarakat Aceh.
:Investasi Rp 200 T di Nagan Raya, Siap Serap 80.000 Pekerja
Nagan Raya saat ini bersiap menyambut investasi jumbo senilai Rp 200 triliun yang diklaim akan menjadi salah satu proyek terbesar di Aceh


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.