Harga plastik di Kota Sabang mengalami kenaikan signifikan hingga 80% dalam beberapa waktu terakhir. Lonjakan ini berdampak langsung pada pedagang dan pelaku usaha kecil menengah (UMKM), yang kini kesulitan mendapatkan pasokan plastik dengan harga terjangkau.
Kenaikan harga disebabkan oleh keterbatasan bahan baku plastik, yang sebagian besar berasal dari turunan minyak. Kondisi global turut memengaruhi pasokan, menyebabkan pabrik tidak dapat memproduksi plastik seperti biasa. Akibatnya, harga plastik melonjak dan persediaan di pasaran semakin terbatas.
Dampak pada Pedagang dan UMKM
- Harga plastik naik hingga 80%, mempengaruhi biaya operasional usaha.
- Ketersediaan barang terbatas, pedagang harus antre untuk mendapatkan stok.
- Daya beli menurun, pembeli mengurangi jumlah pembelian plastik.
- Omzet penjualan menurun sekitar 5%, terutama setelah Idul Fitri.
- Keluhan dari konsumen meningkat, banyak yang tidak menyadari kenaikan harga.
Harapan Pelaku Usaha
Para pelaku usaha di Sabang berharap pemerintah dan pihak terkait dapat segera menstabilkan harga serta memastikan kelancaran pasokan plastik. Stabilitas distribusi dinilai menjadi kunci agar aktivitas ekonomi, khususnya sektor mikro, tidak semakin tertekan.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaKhawatir: Dayah Aceh menerima laptop spesifikasi rendah, kerugian Rp42,5 juta
Dari faktur pembelian yang ditelusuri pemeriksa, diketahui CV Indobina Karya membeli laptop dengan harga riil sekitar Rp15,1 juta per unit. Artinya, terdapat selisih harga hampir Rp9 juta pe
Petani Tangse Terluka Saat Usir Gajah, Dirawat RSUD Sigli ","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":90,"Evidence":70,"LongTermValue":70,"Education":60,"FinalScore":80,"Summary":"Petani dari Tangs
Rusli M Husen (54) warga Dusun Alue Rimeh, Gampong Beungga, Kecamatan Tangse, Pidie, Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, menjadi sasaran
Aceh Masih Gulang Listrik, Hasballah Desak Kemandirian Energi
Gangguan yang terus berulang menunjukkan bahwa sistem interkoneksi tersebut tidak berjalan efektif dan justru merugikan masyarakat Aceh.
:Investasi Rp 200 T di Nagan Raya, Siap Serap 80.000 Pekerja
Nagan Raya saat ini bersiap menyambut investasi jumbo senilai Rp 200 triliun yang diklaim akan menjadi salah satu proyek terbesar di Aceh


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.