Kembaliekonomi

Petani Sawit Aceh Khawatir Harga TBS Menurun","PublicImpact":85,"Credibility":80,"Urgency":75,"Evidence":70,"LongTermValue":60,"Education":50,"FinalScore":77,"Summary":"Harga tandan buah segar kelapa見

Penulis

ajnn.net

Tanggal

24 Mei 2026

Petani Sawit Aceh Khawatir Harga TBS Menurun","PublicImpact":85,"Credibility":80,"Urgency":75,"Evidence":70,"LongTermValue":60,"Education":50,"FinalScore":77,"Summary":"Harga tandan buah segar kelapa見

Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Aceh mengalami penurunan tajam dalam beberapa hari terakhir. Menurut APKASINDO, harga rata‑rata petani swadaya turun dari kisaran Rp 3.220 per kilogram menjadi Rp 2.520 per kilogram, sementara di beberapa pabrik kelapa sawit (PKS) harga mencatat angka terendah Rp 2.000 per kilogram hingga Ahad, 24 Mei 2026.

Penurunan ini terjadi hampir segera setelah pidato presiden dalam Sidang Paripurna DPR RI yang menyoroti rencana pemerintah untuk mengelola ekspor komoditas sumber daya alam melalui badan usaha milik negara (BUMN). Para petani swadaya melaporkan dampak langsung pada pembelian TBS mereka, sementara aktivitas pembelian di PKS masih berjalan normal tanpa pembatasan kuota.

Penanggapan Industri dan Petani

  • Harga TBS sebelum penurunan: Rp 3.220/kg; setelah penurunan: Rp 2.520/kg.
  • Harga terendah yang dilaporkan di PKS: Rp 2.000/kg (24 Mei 2026).
  • Penurunan harga crude palm oil (CPO) di KPBN Belawan: turun sekitar Rp 2.000/kg ke level Rp 12.550/kg (21 Mei 2026).
  • APKASINDO menyatakan respons pasar lebih cepat daripada ketegasan regulasi.
  • Organisasi petani menuntut mekanisme perlindungan harga dan sistem transparan dalam kebijakan ekspor.
  • Aktivitas pembelian TBS di Aceh tetap normal; puluhan PKS terus menerima pasokan tanpa kuota atau penghentian operasi.
Verifikasi Konten

Baca Artikel di Sumber Asli

Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.

Kunjungi Website

Diskusi Hangat

0 Kontribusi Komunitas

Suara Anda Sangat Berarti

Jadilah pionir dalam diskusi ini.