Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Takengon menggelar Operasi Wirawaspada selama empat hari, mulai 7 hingga 10 April 2026. Operasi ini bertujuan memperkuat pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas warga negara asing (WNA) di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah.
Operasi ini merupakan tindak lanjut arahan Direktur Jenderal Imigrasi dan melibatkan pemeriksaan dokumen keimigrasian serta edukasi kepada pihak manajemen perusahaan dan pengelola penginapan.
Fokus Operasi
- Pemeriksaan dokumen keimigrasian untuk memastikan kepatuhan WNA terhadap peraturan perundang-undangan.
- Edukasi kepada pihak manajemen perusahaan dan pengelola penginapan agar aktif melaporkan keberadaan orang asing melalui Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA).
- Pemantauan menyeluruh di sektor perusahaan dan penginapan, termasuk PT Olam Food and Ingredients (OFI), PT Indo Cafco, dan Nippon Koei Co., Ltd.
Tujuan Operasi
- Mencegah pelanggaran keimigrasian sejak dini.
- Membangun kesadaran bersama dengan pemilik usaha untuk pengawasan yang lebih optimal.
- Menjaga kedaulatan negara dan ketertiban umum di wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Takengon, Teuku Teguh, menyatakan bahwa operasi ini merupakan langkah preventif yang vital. Sinergi antara instansi dan masyarakat diharapkan terus ditingkatkan demi menjaga ketertiban umum di wilayah tersebut.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaKhawatir: Dayah Aceh menerima laptop spesifikasi rendah, kerugian Rp42,5 juta
Dari faktur pembelian yang ditelusuri pemeriksa, diketahui CV Indobina Karya membeli laptop dengan harga riil sekitar Rp15,1 juta per unit. Artinya, terdapat selisih harga hampir Rp9 juta pe
Petani Tangse Terluka Saat Usir Gajah, Dirawat RSUD Sigli ","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":90,"Evidence":70,"LongTermValue":70,"Education":60,"FinalScore":80,"Summary":"Petani dari Tangs
Rusli M Husen (54) warga Dusun Alue Rimeh, Gampong Beungga, Kecamatan Tangse, Pidie, Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, menjadi sasaran
Aceh Masih Gulang Listrik, Hasballah Desak Kemandirian Energi
Gangguan yang terus berulang menunjukkan bahwa sistem interkoneksi tersebut tidak berjalan efektif dan justru merugikan masyarakat Aceh.
:Investasi Rp 200 T di Nagan Raya, Siap Serap 80.000 Pekerja
Nagan Raya saat ini bersiap menyambut investasi jumbo senilai Rp 200 triliun yang diklaim akan menjadi salah satu proyek terbesar di Aceh


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.